TOPNEWS1.ONLINE, ENREKANG — Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Enrekang, Ratnawati M. Yusuf R, menyerukan pentingnya peran semua pihak dalam menghapus segala bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Seruan ini ia sampaikan saat menghadiri kegiatan sosialisasi perlindungan perempuan dan anak di Kecamatan Alla, Rabu, 2 Juli 2025.
Dalam sambutannya, Ratnawati menegaskan bahwa menciptakan lingkungan yang aman dan ramah bagi perempuan dan anak adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah, tetapi juga masyarakat secara keseluruhan.
“PKK harus menjadi pelopor dalam memberi edukasi dan pendampingan. Mari kita buka ruang yang sehat dalam keluarga dan kita kuatkan peran keluarga yang tangguh, bebas dari kekerasan, serta berdaya secara sosial dan ekonomi,” ucap Ratnawati.
Ia juga meminta kader PKK di seluruh tingkatan untuk aktif membangun kesadaran kolektif demi mencegah kekerasan, serta memperkuat ketahanan keluarga melalui pendidikan dan nilai-nilai kemanusiaan.
Sementara itu, Kepala UPT Pelayanan Perlindungan Perempuan dan Anak Kabupaten Enrekang, Husmini Husain, mengungkapkan bahwa hingga pertengahan 2025, pihaknya telah menangani 18 kasus kekerasan, dengan rincian 5 korban laki-laki dan 14 perempuan. Sedangkan pada tahun 2024 lalu, terdapat 40 kasus yang ditangani.
“Selain menerima pengaduan, kami juga melakukan pendampingan, penjangkauan korban, pengolahan kasus, mediasi, hingga menyediakan rumah perlindungan,” ujar Husmini.
Melalui sosialisasi ini, diharapkan tumbuh kesadaran dan keterlibatan aktif masyarakat untuk menciptakan Enrekang yang bebas dari kekerasan dan lebih ramah terhadap perempuan dan anak. (Andi Erna)
















