Rahmat Ahmad: Hardiknas 2021, Pendidikan yang Humanis (Bag I)

  • Whatsapp
Rahmat Ahmad (Founder Kampoeng lnggris Pabbaresseng / Guru SMAN 2 SIDRAP)

TOPNEWS1.ONLINE, SIDRAP — Pendidikan secara menyeluruh harus digunakan untuk menciptakan tatanan yang sesuai dengan hakikat manusia yaitu memanusiakan manusia.

Manusia dibayang-bayangi kebutuhan hidup tanpa batas yang terkadang menjadi hambatan untuk seseorang mendapatkan pendidikan formal, Masyarakat bergulat untuk memenuhi kebutuhan dasar.

Bacaan Lainnya

Dapat kita bayanngkan pentingnya pendidikan untuk semua manusia karena dengan begitu upaya menciptakan pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan yang meluas juga dimungkinkan.

Jadi, pengetahuan dan tekhnologi harus disosialisasikan berbarengan dengan tumbuhnya industri tekhnologi dalam negeri.

Pendidikan untuk menciptakan dan mempertahamkan humanisme sebagai jalan pembebasan, dengan demikian harus demokeatis, menciptakan kondisi peserta didik yang benar benar bebas, rasional,aktif, dan independen.

Manusia punya karakter solidaritas, estetis, hidup untuk tampil indah, dan memproduksi sesuatu melebihi asas kebutuhan.

Inilah awal bagaimana pendidikan hanya dijadikan ajang memperbaiki status ekonomi semata.

Negara perlu hadir membantu masyarakat yang tidak mampu membiayai sekolah atau dalam hal ini program bantuan harus terus mengupdate dan mendampingi warganya memastikan tidak ada yang tertinggal dalam pendidikan.

Kondisi penguasaan ekonomi dalam hal ini uang membuat pendidikan bisa mendapatkan akses yang lebih mudah dibandingkan anak yang melalui pendidikan dengan proses panjang secara normatif.

Kapitalisme bertolak belakang dengan humanisme dimana kita melayani kebutuhan umat manusia.

Sekolah menciptakan manusia yang tidak teralienasi, mencetak generasi produktif, sekaligus menyadarkan manusia dari hubungan ketidak adilan, dan tentu saja mendorong ke hal hal yang konkret.

Kita sadar bahwa pengetahuan tidak bisa dipisahkan dengan praktik dilapangan.

Objektivitas dalam pendidikan sangat dibutuhkan sehingga penyelesaian masalahnyapun bisa jadi berbeda tiap tiap anak, orang tua, hingga sekolah.

Sangat nyata kita lihat bagaimana sekolah sekolah swasta tumbuh dengan biaya yang tinggi dan kualitas yang baik, padahal kita tidak boleh menutup mata banyak anak anak yang tidak mampu secara ekonomi bisa saja orang tua mereka belum memiliki pekerjaan menetap sehingga masih menyelesaikan persoalan tersebut untuk mendapatkan pendidikan yang baik dan berlualitas yang jadi tanggung jawab negara, bukan dialihkan kualitas ke tanggung jawab swasta.

Jika manusia ingin sukses dalam pekerjaannya maka dia harus menyesuaikan pikiran pikirannya dalam objektifitas disekitar kita, jika pikiran itu tidak cocok maka dia akan gagal dalam aplikasinya, jika dia gagal maka akan belajar dari kegagalannya, mengubah idenya, guna disesuaikan dengan lingkungan sekitar sehingga bisa merubah kegagalan menjadi kesuksesan.

Inilah yang dimaksud dengan kegagalan adalah ibu sukses dan dengan jatuh ke dalam lubang, suatu keuntungan dalam akal.

Revolusi mental yang dicitatakan lndonesia saat ini tentunya diawali dengan watak yang peduli terhadap sesama tanpa membedakan seseorang dari kelas sosialnya.

Pendidikan hari ini butuh inovatif, butuh banyak praktek untuk melakukan gerak bersama dengan Demokratisasi selalu dikedepankan dalam dunia pendidikan dengan mendekatkan diri dengan masyarakat dan alam sekitar kita.

Ada yang unik dari Hardiknas tahun ini adalah terjadinya proses pendidikan dari guru ke orang tua dikarenakan situasi pandemi menyebabkan siswa belajar dirumah.

80 persen orang tua sudah menginginkan anaknya masuk sekolah kembali. Untuk mendidik anak anak bukan hanya kompetensi pedagogik tapi ada juga kompetensi profesional.

Sama yang kita lihat banyaknya orang tua yang menghadapi kesulitan mendidik anak dikarenakan peran ganda orang tua yang membuat tidak bisa fokus dalam mendidik anak dirumah yang sebenarnya pendidikan keluarga adalah yang utama.

Pendidikan berbicara secara geografis pula, tidak bisa lagi ada perbedaan pendidikan dipelosok dan diperkotaan. Semua berhak mendapatkan pendidikan yang berkualitas, tentunya kualitas itu tidak selalu identik dengan kemewahan. *bersambung*

Penulis: Rahmat Ahmad
Founder Kampoeng lnggris Pabbaresseng / Guru SMAN 2 SIDRAP)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel diatas?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *