TOPNEWS1.ONLINE, SIDRAP – Perhelatan Pekan Olahraga, Seni, dan Pembelajaran (Porsenijar) PGRI Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan 2026 tak hanya menjadi pesta bagi dunia pendidikan, tetapi juga membawa berkah besar bagi pelaku usaha kecil di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap).
Kedatangan sekitar 64 ribu peserta dari 24 kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan membuat berbagai sektor usaha menggeliat. Salah satu yang paling merasakan dampaknya adalah para pedagang buah yang mulai dipadati pembeli sejak para kontingen tiba di Bumi Nene Mallomo.
Suasana itu terlihat di kawasan Taman Usman Isa, Pangkajene, Rabu malam (1/7/2026). Puluhan peserta Porsenijar tampak memadati lapak-lapak pedagang untuk menikmati aneka buah khas Sidrap seperti durian, langsat, dan rambutan sambil bersantai bersama rekan-rekan mereka.
Bagi para pedagang, ramainya pengunjung menjadi berkah yang telah lama dinantikan. Omzet penjualan meningkat drastis dibanding hari-hari biasa.
“Alhamdulillah, sejak peserta Porsenijar mulai berdatangan, dagangan kami jauh lebih ramai. Banyak yang mampir membeli buah untuk dimakan di tempat maupun dibawa pulang. Ini benar-benar membawa berkah bagi kami,” ujar salah seorang pedagang.
Tak hanya pedagang buah, geliat ekonomi juga mulai dirasakan oleh pelaku usaha kuliner, warung kopi, penginapan, hingga pedagang kaki lima yang tersebar di berbagai sudut Kota Pangkajene dan sekitarnya.
Sebelumnya, Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif menyampaikan bahwa penyelenggaraan Porsenijar di Kabupaten Sidrap diharapkan memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat.
Menurutnya, kehadiran puluhan ribu tamu dari berbagai daerah bukan hanya menjadi momentum mempererat silaturahmi antarguru, tetapi juga menjadi peluang besar untuk menggerakkan roda ekonomi lokal.
Pembukaan Porsenijar PGRI Sulawesi Selatan berlangsung di Stadion Ganggawa, Sidrap, Kamis (2/7/2026), dan diperkirakan dihadiri sekitar 64 ribu peserta yang terdiri atas guru, atlet, ofisial, serta pendamping dari seluruh kabupaten/kota di Sulawesi Selatan.
Masyarakat Sidrap pun menyambut antusias kedatangan para tamu. Selain memperkenalkan keramahan khas Saromase, mereka berharap momentum ini semakin mengangkat nama Sidrap sebagai daerah yang tidak hanya dikenal sebagai lumbung pangan, tetapi juga sebagai destinasi yang ramah, nyaman, dan mampu memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakatnya. (Ibe)

















