Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
SIDRAP

Petani Milenial Kalosi Alau Buktikan Pertanian Bisa Jadi Ladang Cuan, Satu Hektare Raup Rp78 Juta

×

Petani Milenial Kalosi Alau Buktikan Pertanian Bisa Jadi Ladang Cuan, Satu Hektare Raup Rp78 Juta

Sebarkan artikel ini

TOPNEWS1.ONLINE, SIDRAP — Menjadi sarjana pertanian sekaligus pengusaha muda tidak membuat Andi Muh Rafli Bachtiar S.Tr.P memilih menjauh dari dunia persawahan.

Justru, ia terjun langsung mengelola sektor pertanian dan membuktikan bahwa bertani dapat menjadi usaha yang menjanjikan bagi generasi muda.

Pasang Iklan Anda Disini
Pasang Iklan Anda Disini

Andi Muh Rafli Bachtiar merupakan petani milenial sekaligus pengusaha asal Desa Kalosi Alau, Kecamatan Dua Pitue, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap).

Dengan latar belakang pendidikan pertanian, ia mencoba mengembangkan usaha tani dengan mengoptimalkan produktivitas lahan.

Dalam keterangannya, Senin (31/8/2026), Rafli menyampaikan bahwa hasil produksi yang diperoleh dari satu hektare lahan dapat mencapai sekitar 80 karung dengan total berat kurang lebih 10 ton.

Dengan harga gabah yang mencapai Rp7.800 per kilogram, produksi 10 ton tersebut memiliki nilai sekitar Rp78 juta.

“Dalam satu hektare bisa menghasilkan sekitar 80 karung dengan berat kurang lebih 10 ton. Kalau harga Rp7.800 per kilogram, nilainya bisa mencapai Rp78 juta,” ucapnya.

Menurut Rafli, angka tersebut menunjukkan besarnya peluang ekonomi yang bisa diperoleh dari sektor pertanian apabila produktivitas lahan dan pengelolaannya terus ditingkatkan.

Bagi dirinya, bertani bukan sekadar pekerjaan turun-temurun, tetapi juga dapat menjadi pilihan usaha bagi generasi muda.

Pengetahuan yang diperoleh melalui pendidikan pertanian menjadi bekal untuk mengelola lahan secara lebih terukur dan berorientasi pada hasil.

Kehadiran petani milenial seperti Rafli juga menjadi gambaran bahwa sektor pertanian mulai dilirik generasi muda sebagai bidang usaha yang memiliki prospek ekonomi.

Kepala Desa Kalosi Alau, Andi Apris, mengatakan program Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif sangat pro terhadap masyarakat, khususnya dalam mendorong peningkatan perekonomian melalui sektor pertanian.

Menurutnya, kebijakan pemerintah daerah yang memberikan perhatian terhadap pertanian dapat menjadi peluang bagi masyarakat untuk meningkatkan produktivitas sekaligus pendapatan.

“Program Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, sangat pro rakyat dalam meningkatkan perekonomian masyarakat Sidrap, termasuk di sektor pertanian,” kata Andi Apris.

Perhatian terhadap sektor pertanian memang menjadi salah satu fokus pemerintahan Syaharuddin Alrif.

Pemerintah Kabupaten Sidrap pada 2026 terus mendorong peningkatan produktivitas pertanian, termasuk melalui optimalisasi lahan dan peningkatan indeks pertanaman.

Pemkab Sidrap menargetkan produktivitas padi mencapai 10 ton per hektare serta mendorong peningkatan indeks pertanaman hingga IP 300.

Kebijakan tersebut diarahkan agar lahan pertanian dapat dimanfaatkan lebih optimal sehingga berdampak terhadap peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani.

Syaharuddin juga mendorong integrasi sektor pertanian dan peternakan sebagai salah satu strategi memperkuat perekonomian masyarakat.

Pemerintah daerah menekankan pentingnya pengelolaan usaha secara profesional, pemanfaatan teknologi tepat guna, serta kolaborasi antara pemerintah, perbankan dan masyarakat.

Pada 2026, upaya peningkatan produksi juga dikaitkan dengan perluasan areal tanam dan modernisasi pertanian.

Data yang disampaikan dalam pemberitaan mengenai kebijakan Pemkab Sidrap menunjukkan realisasi Luas Tambah Tanam (LTT) padi telah mencapai sekitar 45.000 hektare hingga akhir Mei 2026 atau lebih dari 60 persen dari target.

Bagi masyarakat Desa Kalosi Alau, kebijakan tersebut dinilai menjadi angin segar bagi petani. Apalagi, pertanian bukan hanya menjadi sumber pangan, tetapi juga menjadi sumber penghasilan utama bagi banyak masyarakat di daerah.

Kisah Rafli menjadi salah satu contoh bahwa dengan ilmu, kemauan dan pengelolaan yang baik, sektor pertanian mampu memberikan nilai ekonomi yang besar.

Dari satu hektare lahan dengan produksi sekitar 10 ton, potensi omzet mencapai Rp78 juta pada harga Rp7.800 per kilogram. Angka itu sekaligus memperlihatkan bahwa pertanian dapat menjadi pilihan usaha yang menarik bagi generasi muda Sidrap.

Ke depan, sinergi antara petani, pemerintah desa dan pemerintah daerah diharapkan semakin kuat sehingga produktivitas pertanian terus meningkat dan semakin banyak generasi muda yang berani memilih sektor pertanian sebagai jalan untuk membangun masa depan sekaligus menggerakkan perekonomian daerah. (Ibe)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel diatas?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by ExactMetrics