Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
SIDRAP

Nurfadiyah Aqila Mahasiswi KKN Unhas Hadirkan Papan SOP Bilingual untuk Tingkatkan Keselamatan Wisata Arung Jeram di Desa Leppangeng. 

×

Nurfadiyah Aqila Mahasiswi KKN Unhas Hadirkan Papan SOP Bilingual untuk Tingkatkan Keselamatan Wisata Arung Jeram di Desa Leppangeng. 

Sebarkan artikel ini

TOPNEWS1.ONLINE.SIDRAP.– Nurfadiyah Aqila Mahasiswi Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Inovasi Desa Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan program kerja Pembuatan Papan Standar Operasional Prosedur (SOP) Bilingual pada Wisata Arung Jeram di Desa Leppangeng, Kabupaten Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan.

Program ini merupakan salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung pengembangan potensi wisata desa sekaligus meningkatkan kesadaran wisatawan terhadap pentingnya keselamatan selama melakukan aktivitas arung jeram.

Pasang Iklan Anda Disini
Pasang Iklan Anda Disini

Kegiatan tersebut dilaksanakan melalui pembuatan papan informasi SOP menggunakan Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris agar informasi keselamatan dapat dipahami oleh wisatawan lokal maupun mancanegara.

Papan SOP dirancang dengan memuat sejumlah informasi penting mengenai keselamatan wisata arung jeram, mulai dari penggunaan perlengkapan keselamatan, tata tertib selama pengarungan, instruksi yang harus diperhatikan wisatawan, hingga prosedur yang perlu dilakukan dalam kondisi darurat.

Pemilihan format bilingual menjadi bagian penting dalam program ini karena arung jeram merupakan salah satu bentuk wisata petualangan yang memiliki risiko keselamatan. Standar usaha wisata arung jeram juga menempatkan aspek kesehatan, keselamatan, lingkungan, serta pengelolaan risiko sebagai bagian penting dalam penyelenggaraan kegiatan.

Nurfadiyah Aqila menjelaskan bahwa papan SOP tidak hanya berfungsi sebagai media informasi, tetapi juga menjadi panduan visual yang dapat dibaca wisatawan sebelum memulai aktivitas arung jeram.

“Kami berharap papan SOP ini dapat membantu wisatawan memahami hal-hal yang harus dilakukan dan dihindari sebelum maupun selama kegiatan arung jeram. Dengan adanya informasi yang jelas, keselamatan dan kenyamanan wisatawan dapat lebih diperhatikan,” ucap Nurfadiyah Aqila/Penganggung Jawab Program

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN berkoordinasi dengan pengelola wisata arung jeram, pemerintah Desa Leppangeng, serta masyarakat setempat dalam menentukan isi informasi, lokasi pemasangan, dan bentuk papan yang sesuai dengan kondisi kawasan wisata.

Papan SOP dibuat menggunakan material kayu agar memiliki tampilan yang selaras dengan karakter wisata alam. Desain papan dilengkapi dengan informasi dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris serta elemen visual berupa simbol atau ikon keselamatan sehingga pesan yang disampaikan dapat dipahami secara lebih cepat.

Selain sebagai media informasi, keberadaan papan SOP diharapkan dapat membantu pengelola dalam memberikan pengarahan kepada wisatawan sebelum kegiatan dimulai. Informasi tertulis mengenai SOP keselamatan memang menjadi salah satu unsur pendukung dalam pengelolaan wisata arung jeram.

“Kami sangat mengapresiasi adanya papan SOP ini karena informasi keselamatan menjadi hal yang penting dalam kegiatan arung jeram. Papan ini juga bisa menjadi pengingat bagi wisatawan agar mengikuti aturan dan arahan dari pemandu,” ucap Sabir H./Pengelola

Melalui program Pembuatan Papan SOP Bilingual Wisata Arung Jeram, mahasiswa KKN Gelombang 116 Unhas berharap fasilitas informasi keselamatan tersebut dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh pengelola dan masyarakat Desa Leppangeng.

Program ini tidak hanya berorientasi pada penyelesaian kegiatan selama masa KKN, tetapi juga diharapkan menjadi fasilitas yang dapat terus digunakan setelah mahasiswa meninggalkan desa. Pengelola wisata dan masyarakat setempat diharapkan dapat menjaga kondisi papan, memperbarui informasi apabila terdapat perubahan prosedur, serta terus mengutamakan keselamatan wisatawan dalam setiap kegiatan arung jeram.

Kegiatan ini sejalan dengan semangat KKN Unhas Gelombang 116 yang mendorong mahasiswa untuk menghadirkan program yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan memberikan dampak nyata bagi pembangunan lokal.(Nn).

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel diatas?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by ExactMetrics