TOPNEWS1.ONLINE, SIDRAP — Sejumlah mahasiswa Program Pendidikan Vokasional Teknik Pertanian Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS) Rappang menunjukkan kiprah nyata melalui budidaya kunyit hitam di Green House Tapoji.
Tanaman bernama latin Curcuma caesia itu terkenal karena khasiatnya sebagai obat tradisional sekaligus bahan baku industri fitofarmaka.
Kegiatan diawali dengan seleksi bibit unggul. Rimpang sehat dipotong, disterilkan, lalu ditanam pada pot berisi campuran tanah, kompos, dan sekam bakar yang menjaga sirkulasi udara di akar.
Selama masa vegetatif, mahasiswa menerapkan sistem irigasi tetes sederhana hasil rancangan sendiri guna memastikan kebutuhan air tercukupi tanpa pemborosan.
Pemupukan dilakukan bertahap memakai pupuk organik cair dan NPK seimbang, disusul pemberian agen hayati untuk menekan serangan jamur dan nematoda.
Monitoring di dalam green house memakai sensor suhu–kelembapan membantu mahasiswa menyesuaikan ventilasi otomatis, sehingga tanaman tetap berada di kisaran suhu ideal 25 – 30 °C.
Memasuki bulan kelima, rimpang kunyit hitam siap dipanen. Mahasiswa memanen dengan hati-hati agar kulit rimpang tidak rusak, lalu membersihkannya memakai air mengalir. Sebagian hasil diproses menjadi simplisia kering, sedangkan sisanya dijual segar kepada mitra UMKM jamu di Sidrap dan Parepare.
Inisiatif ini memberi ganda manfaat. Mahasiswa memperoleh pengalaman langsung mengenai budidaya komoditas bernilai tinggi secara berkelanjutan, sementara masyarakat mendapatkan pasokan kunyit hitam berkualitas.
“Kami ingin menunjukkan bahwa green house skala desa pun bisa menghasilkan tanaman herbal premium, asalkan disiplin pada teknik budidaya,” ujar koordinator tim, Arsyad Pratama, Selasa (17/6/2025).
Ke depan, tim UMS Rappang menargetkan pengembangan produk turunan seperti serbuk instan dan kapsul ekstrak kunyit hitam, sekaligus membuka pelatihan bagi petani sekitar.
Langkah ini diharapkan memperkuat rantai nilai herbal lokal dan mendorong ekonomi hijau berbasis potensi desa. (ibe)

















