TOPNEWS1.ONLINE, SIDRAP — Mahasiswa Program Studi Pendidikan Vokasional Seni Kuliner Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) menunjukkan kompetensinya dalam dunia nyata melalui implementasi Proyek Kolaboratif Mata Kuliah Pengelolaan Usaha Bakery.
Dalam kegiatan ini, para mahasiswa terlibat langsung dalam produksi dan distribusi 1.100 paket snack box untuk mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Proyek ini merupakan bagian dari pembelajaran berbasis praktik yang dirancang oleh dosen pengampu, Damayanti Trisnasari, M.Pd., untuk mengasah kemampuan manajerial dan teknis mahasiswa dalam menjalankan usaha kuliner.
Mata kuliah Pengelolaan Usaha Bakery menekankan pada manajemen rantai pasok secara menyeluruh mulai dari perencanaan usaha, pengadaan bahan baku, proses produksi, pengendalian mutu, pengemasan, pemasaran, hingga manajemen hubungan pelanggan (Customer Relationship Management).
Mahasiswa dikelompokkan ke dalam tim kerja layaknya unit usaha riil. Salah satu tim yang dipimpin oleh Wiatul Adhewia dipercaya menangani pesanan besar sebanyak 1.100 pax snack box untuk mendukung kebutuhan konsumsi mahasiswa KKN.
“Melalui proyek ini, mahasiswa tidak hanya belajar membuat produk bakery, tetapi juga memahami bagaimana mengelola operasional usaha dalam skala besar,” jelas Damayanti Trisnasari.
Tim Wiatul Adhewia bertanggung jawab penuh terhadap proses produksi, mulai dari penyusunan menu, penjadwalan produksi, pengendalian kualitas, hingga logistik pengiriman.
Setiap snack box dikemas dengan memperhatikan standar higienis dan disesuaikan dengan kebutuhan energi para mahasiswa yang akan menjalankan pengabdian masyarakat di berbagai wilayah.
“Kami belajar bagaimana menyusun strategi produksi yang efisien, membagi peran dalam tim, serta memastikan pesanan selesai tepat waktu dengan kualitas terjaga,” ujar Wiatul Adhewia, Ketua Tim Mahasiswa.
Program Studi Pendidikan Vokasional Seni Kuliner UMS Rappang sendiri dirancang untuk mencetak lulusan yang siap kerja dan berjiwa wirausaha, dengan pendekatan pembelajaran berbasis praktik, proyek, dan pengalaman industri.
Kurikulum prodi ini berfokus pada kombinasi antara kompetensi kuliner dan kemampuan pedagogik, mempersiapkan mahasiswa untuk berkarier sebagai pendidik vokasional, pelaku usaha, maupun profesional di industri jasa boga.
Melalui proyek ini, mahasiswa tidak hanya mengembangkan keterampilan kuliner, tetapi juga kepercayaan diri, kepemimpinan, dan kemampuan adaptasi terhadap tantangan di dunia kerja nyata. (ibe)

















