TOPNEWS1.ONLINE.LUWU TIMUR. – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Inovasi Desa Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (unhas) berkolaborasi dengan Mappajaga Project
menyelenggarakan Pelatihan AI Literacy di Kantor Bupati Luwu Timur Kamis (16/7).
Kegiatan yang bertujuan meningkatkan literasi digital masyarakat melalui pengenalan Artificial Intelligence (AI) serta mendorong pemanfaatannya secara bijak, etis, dan bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan dihadiri oleh Asisten III Sekretariat Daerah Kabupaten Luwu Timur yang mewakili Bupati Luwu Timur. Juga hadir Dr. Ir. Syarif Mabe Parenreng, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng. selaku Ketua Tim Pelaksana, Prof. Datu Buyung Agusdinata, Ph.D., Associate Professor
School of Sustainability Arizona State University, Ibu Endang Nawati selaku aparatur Desa Puncak Indah, perwakilan Pejuang Muda Wija To Cerekang (PMWTC), serta peserta yang terdiri atas pelajar, mahasiswa, perangkat desa, dan masyarakat umum.
Pelatihan menghadirkan Prof. Datu Buyung Agusdinata, Ph.D. bersama tim Mappajaga Project sebagai narasumber. Materi yang disampaikan meliputi pengenalan konsep dasar Artificial Intelligence (AI), cara kerja AI, perkembangan teknologi AI, manfaat penerapannya di berbagai sektor, urgensi literasi AI di era digital, hingga berbagai tantangan dan risiko penggunaan AI, seperti penyebaran informasi yang tidak akurat, keamanan data pribadi, serta pentingnya etika dalam memanfaatkan teknologi AI.
Selain penyampaian materi, peserta juga diperkenalkan pada pemanfaatan AI di bidang lingkungan melalui aplikasi iNaturalist, sebuah platform yang memanfaatkan teknologi AI untuk membantu mengidentifikasi berbagai jenis flora dan fauna.
Demonstrasi penggunaan aplikasi ini menunjukkan bagaimana AI dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran sekaligus mendukung upaya pelestarian keanekaragaman hayati.
Dr. Ir. Syarif Mabe Parenreng, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng. Menyampaikan bahwa peningkatan literasi digital, khususnya mengenai Artificial Intelligence, menjadi kebutuhan yang semakin penting di tengah pesatnya perkembangan
teknologi. Menurutnya, masyarakat perlu dibekali pemahaman yang baik agar mampu memanfaatkan AI sebagai sarana pendukung pembelajaran, pekerjaan, maupun pelayanan publik secara bertanggung jawab.
Sementara Prof. Datu Buyung Agusdinata, Ph.D. menekankan bahwa Artificial
Intelligence merupakan teknologi yang harus dipahami secara menyeluruh, tidak hanya dari sisi manfaat, tetapi juga dari aspek etika dan dampaknya terhadap kehidupan masyarakat.
Ia mengajak peserta untuk menjadi pengguna AI yang kritis serta mampu memanfaatkan teknologi tersebut sebagai solusi dalam menyelesaikan berbagai permasalahan.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan melalui sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung interaktif.
Berbagai pertanyaan diajukan mengenai pemanfaatan AI dalam dunia pendidikan, administrasi pemerintahan, pengembangan usaha, hingga pelestarian lingkungan.
Salah satu sesi yang menarik perhatian peserta adalah demonstrasi penggunaan aplikasi iNaturalist, sebuah platform berbasis Artificial Intelligence (AI) yang mampu mengidentifikasi spesies tumbuhan dan satwa melalui dokumentasi foto.
Dalam demonstrasi tersebut,
peserta diperlihatkan bagaimana satu sesi pengamatan singkat mampu mengidentifikasi lebih dari 20 spesies, sehingga teknologi ini dinilai berpotensi mendukung pendataan keanekaragaman hayati secara lebih cepat dan akurat.
Arlin, Sekretaris Pemuda Wija To Cerekang (PMWTC), menyampaikan bahwa teknologi tersebut sangat relevan dengan kebutuhan komunitasnya yang aktif melakukan kegiatan di kawasan hutan adat Cerekang.
“Dalam satu sesi singkat saja kami bisa mendokumentasikan lebih dari 20 spesies. Ini sangat membantu karena ketika berada di hutan adat sering kali kami menemukan tumbuhan atau satwa yang belum kami ketahui namanya, sementara data tersebut
kerap dibutuhkan untuk berbagai keperluan.
Dengan adanya iNaturalist, proses
identifikasi dan pendataan menjadi jauh lebih mudah,” ujar Arlin.
Sementara itu, Prof. Datu Buyung Agusdinata, Ph.D., Associate Professor School of Sustainability, Arizona State University, menyampaikan bahwa pemanfaatan teknologi AI dalam pendataan biodiversitas memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan di Kabupaten Luwu Timur.
Menurutnya, data hasil observasi yang terkumpul dapat menjadi dasar dalam membangun sistem informasi keanekaragaman hayati yang terintegrasi.
“Ke depan, kita memiliki peluang untuk mengembangkan platform serupa yang
berfokus pada keanekaragaman hayati Luwu Timur.
Dengan semakin banyak titik data yang terkumpul, kita dapat memetakan sebaran spesies, mengidentifikasi potensi kawasan, serta menghasilkan basis data yang mendukung penelitian, konservasi, dan pengambilan kebijakan.
Potensi ini akan semakin besar jika seluruh pihak dapat bersinergi,” jelas Prof. Datu.
Melalui kolaborasi antara KKNT Universitas Hasanuddin, Mappajaga Project, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur, serta berbagai pihak yang terlibat, kegiatan ini diharapkan menjadi
langkah awal dalam meningkatkan literasi AI masyarakat sekaligus mendorong
pemanfaatan teknologi digital secara bijak guna mendukung pembangunan sumber daya manusia yang adaptif, inovatif, dan berkelanjutan di Kabupaten Luwu Timur(Ali/Ds).
















