TOPNEWS1.ONLINE.SINJAI. — Anggito Abimanyu Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin menghadirkan “Peta Pengetahuan Lokal” sebagai salah satu luaran program kerja KKN di Desa Bonto Tengnga, Kecamatan Sinjai Borong, Kabupaten Sinjai selasa 11 Agustus 2026.
Program ini merupakan upaya mahasiswa untuk mendokumentasikan sekaligus memvisualisasikan pengetahuan lokal yang berkembang dalam kehidupan masyarakat desa.
Peta Pengetahuan Lokal disusun berdasarkan hasil pengamatan langsung dan wawancara mendalam dengan masyarakat selama pelaksanaan KKN. Informasi yang diperoleh kemudian diidentifikasi dan disusun secara visual untuk menggambarkan berbagai bentuk pengetahuan masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan aktivitas pertanian, lingkungan, serta pemanfaatan pengetahuan yang diwariskan melalui pengalaman dan praktik sehari-hari.
Program ini berangkat dari kesadaran bahwa masyarakat memiliki pengetahuan yang terbentuk melalui pengalaman panjang dalam berinteraksi dengan lingkungan. Pengetahuan tersebut tidak selalu terdokumentasikan secara tertulis, meskipun memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat. Karena itu, mahasiswa berupaya menghadirkannya dalam bentuk media visual yang sederhana, informatif, dan mudah diakses.
Hasil program berupa Peta Pengetahuan Lokal berukuran 115 × 70 cm yang dirancang untuk dipajang di ruang publik desa. Media tersebut diharapkan dapat menjadi dokumentasi sekaligus sarana informasi bagi masyarakat, pemerintah desa, dan generasi muda untuk mengenali pengetahuan lokal yang terdapat di Desa Bonto Tengnga.
“Peta ini tidak hanya saya buat sebagai luaran KKN, tetapi juga sebagai bentuk dokumentasi terhadap pengetahuan yang sudah lama hidup dan dipraktikkan oleh masyarakat. Harapannya, pengetahuan tersebut dapat lebih dikenal dan tetap diingat oleh generasi berikutnya,” ujar Anggito Abimanyu
Melalui program tersebut, mahasiswa berharap Peta Pengetahuan Lokal dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi Desa Bonto Tengnga, khususnya sebagai media dokumentasi pengetahuan masyarakat dan bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan pengetahuan lokal kepada generasi muda.
Program ini sekaligus menunjukkan bahwa pelaksanaan KKN tidak hanya berorientasi pada kegiatan pembangunan fisik, tetapi juga dapat berkontribusi dalam mendokumentasikan pengetahuan, pengalaman, dan praktik budaya yang berkembang di masyarakat.(Nn).
















