Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
SIDRAP

Mahasiswa KKN Unhas 115 Inovasikan Pengelolaan Sampah Berbasis Maggot di Desa Kampale

×

Mahasiswa KKN Unhas 115 Inovasikan Pengelolaan Sampah Berbasis Maggot di Desa Kampale

Sebarkan artikel ini

TOPNEWS1.ONLINE.SIDRAP,– Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin Posko 115 Desa Kampale, Kecamatan Duapitue, Kabupaten Sidenreng Rappang (SIDRAP), menghadirkan inovasi dalam pengelolaan sampah organik melalui pemanfaatan maggot (larva Black Soldier Fly) sebagai solusi ramah lingkungan sekaligus sumber pakan alternatif untuk ikan, ternak, dan burung.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja KKN yang berfokus pada edukasi lingkungan, pengurangan sampah organik, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai guna.

Pasang Iklan Anda Disini
Pasang Iklan Anda Disini

Inovasi Lokal untuk Pengelolaan Sampah Berkelanjutan. Program yang dilaksanakan di Desa Kampale ini melibatkan Mahasiswa KKN Unhas 115 sebagai inisiator dan fasilitator, serta warga desa sebagai peserta utama. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa menyampaikan edukasi dan praktik langsung terkait cara mengolah sampah organik menggunakan maggot sebagai agen pengurai alami.

Inovasi ini lahir dari pengamatan tim KKN terhadap meningkatnya jumlah sampah organik rumah tangga yang selama ini belum dikelola secara efektif. Dengan pendekatan budidaya maggot, sampah yang sebelumnya menjadi masalah kini dapat diubah menjadi sumber daya yang bermanfaat dan bernilai ekonomi. Mengubah Sampah Menjadi Pakan Bernilai Tinggi

Melalui kegiatan ini, warga diberikan pemahaman mengenai tahapan budidaya maggot, mulai dari pemilahan sampah organik, proses pembiakan larva, hingga pemanfaatannya sebagai pakan alternatif berprotein tinggi untuk ikan, unggas, ternak, dan burung peliharaan.

Mahasiswa KKN juga melakukan demonstrasi langsung kepada masyarakat, menunjukkan bagaimana sistem budidaya maggot dapat diterapkan secara sederhana di lingkungan rumah tangga maupun skala kelompok.

Salah satu warga Desa Kampale, Nanda Aris, menyampaikan apresiasi terhadap inovasi yang diperkenalkan oleh Mahasiswa KKN Unhas 115.

“Program maggot ini sangat bagus karena bisa mengurangi sampah sekaligus membantu masyarakat mendapatkan pakan ternak yang lebih murah dan mudah,” ucap Nanda Aris.

Ia menilai bahwa inovasi ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan secara berkelanjutan di desa, baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun sebagai peluang usaha baru.

Program ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan sosialisasi semata, melainkan dapat menjadi model pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular di Desa Kampale.

Mahasiswa KKN Unhas 115 berharap masyarakat dapat melanjutkan praktik budidaya maggot secara mandiri, sehingga desa dapat menjadi lebih bersih, produktif, dan memiliki sumber pakan alternatif yang hemat biaya serta ramah lingkungan.(NN/Dso)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel diatas?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by ExactMetrics