Mahasiswa KKN Unhas Posko 115 Hadirkan Inovasi Paving Blok dari Sampah Plastik di Desa Kampale

TOPNEWS1.ONLINE.SIDRAP.– Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin (Unhas) Posko 115 Desa Kampale, Kecamatan Duapitue, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), menghadirkan inovasi berbasis circular economy melalui pemanfaatan sampah plastik menjadi paving blok yang bernilai guna dan ramah lingkungan.
Kegiatan yang merupakan bagian dari program kerja KKN yang berfokus pada pengelolaan sampah, pelestarian lingkungan, serta pemberdayaan masyarakat dengan mengubah limbah plastik menjadi produk konstruksi yang bermanfaat. Program tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat karena dinilai mampu menjadi solusi atas permasalahan sampah plastik di desa. Inovasi Lokal untuk Mengurangi Sampah Plastik
Program ini melibatkan mahasiswa KKN Unhas 115 sebagai inisiator dan fasilitator, dengan partisipasi aktif warga Desa Kampale sebagai peserta utama. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa memberikan edukasi mengenai dampak negatif sampah plastik terhadap lingkungan sekaligus memperkenalkan potensi pengolahannya menjadi produk bernilai ekonomi.
Inovasi ini berangkat dari pengamatan tim KKN terhadap tingginya penggunaan plastik sekali pakai yang belum dikelola secara optimal dan berpotensi mencemari lingkungan sekitar. Mengubah Limbah Plastik Menjadi Paving Blok Bernilai Guna
Melalui kegiatan ini, masyarakat dibekali pemahaman mengenai tahapan pembuatan paving blok dari sampah plastik, mulai dari proses pengumpulan dan pemilahan plastik, pencacahan, peleburan, hingga pencetakan paving blok.
Mahasiswa KKN Unhas 115 juga melakukan demonstrasi langsung teknik pembuatan paving blok dari limbah plastik yang memiliki daya tahan dan berpotensi digunakan untuk jalan lingkungan, halaman rumah, serta fasilitas umum desa.
Salah satu warga Desa Kampale, Nanda Aris, menyampaikan apresiasinya terhadap inovasi yang diperkenalkan oleh mahasiswa KKN Unhas.
“Program paving blok dari sampah plastik ini sangat bagus karena bisa mengurangi sampah sekaligus menghasilkan produk yang bermanfaat untuk desa,” ucapnya
Ia menilai program ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai solusi lingkungan sekaligus peluang usaha baru bagi masyarakat setempat.
Mendorong Circular Economy dan Peluang Ekonomi Baru Melalui inovasi ini, mahasiswa KKN Unhas 115 berharap konsep circular economy dapat diterapkan di tingkat desa, di mana sampah tidak lagi dipandang sebagai limbah semata, melainkan sebagai sumber daya yang dapat diolah kembali menjadi produk bernilai ekonomi.
Selain membantu mengurangi pencemaran lingkungan, program ini juga membuka peluang usaha berbasis daur ulang plastik yang berpotensi meningkatkan pendapatan masyarakat Desa Kampale.
Mahasiswa KKN Unhas Posko 115 berharap inovasi paving blok dari sampah plastik ini dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan oleh masyarakat Desa Kampale. Program ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan edukasi semata, tetapi dapat menjadi model pengelolaan sampah berbasis circular economy yang mampu menciptakan lingkungan desa yang lebih bersih, produktif, dan ramah lingkungan.(Nn/Dso).

















