Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
PAREPARE

Mahasiswa KKN Tematik Unhas Gelombang 115 Terapkan Biopori di Galung Maloang, Solusi Resapan Air dan Pengelolaan Sampah Organik

×

Mahasiswa KKN Tematik Unhas Gelombang 115 Terapkan Biopori di Galung Maloang, Solusi Resapan Air dan Pengelolaan Sampah Organik

Sebarkan artikel ini

TOPNEWS1.ONLINE.PAREPARE.— Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Hasanuddin (Unhas) Gelombang 115 melaksanakan program kerja bertajuk Pemanfaatan Lubang Biopori sebagai Media Resapan Air dan Pengelolaan Sampah Organik Menjadi Kompos di Kelurahan Galung Maloang, Kecamatan Bacukiki, Kota Parepare. Program yang digagas oleh Hadmi Hernisari, mahasiswa Jurusan Agroteknologi, di bawah bimbingan Dosen Pendamping Kegiatan (DPK) Ir. Evi Aprianti S. ST., Ph.D.

Sebagai bentuk implementasi program, mahasiswa KKN melakukan pemasangan sebanyak lima lubang biopori yang ditempatkan di lima titik halaman rumah warga. Penerapan lubang biopori ini bertujuan untuk meningkatkan daya resap air ke dalam tanah guna mengurangi potensi genangan air saat musim hujan, sekaligus menjadi media pengolahan sampah organik rumah tangga menjadi kompos yang bernilai guna.

Pasang Iklan Anda Disini
Pasang Iklan Anda Disini

Dalam pelaksanaannya, masyarakat setempat mendapatkan pendampingan langsung mengenai cara pembuatan lubang biopori, jenis sampah organik yang dapat dimasukkan, serta teknik pemanenan kompos yang telah matang. Sampah organik seperti sisa sayuran dan daun kering dimasukkan ke dalam lubang biopori untuk kemudian terurai secara alami oleh mikroorganisme tanah.

Hadmi Hernisari menyampaikan bahwa program ini diharapkan mampu memberikan dampak jangka panjang bagi lingkungan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah tangga.

“Lubang biopori ini tidak hanya berfungsi sebagai resapan air untuk mengurangi genangan, tetapi juga menjadi solusi sederhana dalam mengelola sampah organik agar lebih bermanfaat. Kami berharap masyarakat dapat melanjutkan dan mengembangkan penerapan biopori ini secara mandiri,” ucapnya.

Program ini mendapatkan respons positif dari masyarakat Kelurahan Galung Maloang karena dinilai memberikan solusi praktis terhadap permasalahan genangan air dan pengelolaan sampah organik rumah tangga. Keberadaan lima titik biopori tersebut diharapkan dapat menjadi contoh bagi warga lainnya untuk turut menerapkan langkah serupa di lingkungan masing-masing.(Nn/Dso).

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel diatas?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by ExactMetrics