TOPNEWS1.ONLINE, PAREPARE – Lapas Kelas IIA Parepare bekerja sama dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Pangkep kembali mengadakan pelatihan keterampilan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) melalui program Mobile Training Unit.
Kali ini, fokus pelatihan adalah pada bidang Teknisi AC Residensial, yang merupakan bagian dari kejuruan Teknik Refrigeration.
Pelatihan ini diikuti oleh 16 WBP yang telah memenuhi persyaratan administrasi dan akan berlangsung selama 19 hari atau 152 jam pelatihan.
Kegiatan ini ditinjau langsung oleh Kepala Lapas IIA Parepare, Totok Budiyanto, A.Md.IP., S.H., didampingi oleh Kepala Seksi Kegiatan Kerja, Abdullah, S.H., M.H., beserta jajarannya. Pelatihan ini menghadirkan Zulharidah H, S.Pd., Gr., sebagai instruktur.
Pelatihan bertujuan untuk membekali WBP dengan keterampilan teknis dalam pemasangan dan perawatan AC residensial, baik di lingkungan rumah tangga, kantor, maupun industri, sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP).
Pelatihan ini adalah respons terhadap peningkatan kebutuhan industri dan tingginya permintaan tenaga kerja terampil dalam bidang perawatan sistem AC. Sebelumnya, Lapas IIA Parepare juga telah sukses mengadakan dua paket pelatihan vokasi berbasis kompetensi dalam bidang Asistensi Menjahit dan Barista, yang diikuti oleh 36 WBP.
Seluruh peserta dinyatakan lulus dan mendapatkan sertifikat Standar Nasional setelah menyelesaikan pelatihan selama 19 hari kerja.
Kepala Lapas IIA Parepare mengapresiasi program ini sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan kualitas pembinaan di Lapas, sejalan dengan amanat UUD 1945 Pasal 31 ayat (1) dan Undang-Undang No. 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan, yang menyatakan bahwa setiap narapidana berhak mendapatkan pendidikan dan pelatihan untuk mengembangkan potensi diri.
Sementara itu, Kepala BPVP Pangkep, Sudarsono, S.E., menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk mencetak tenaga kerja dan calon wirausaha melalui pelatihan yang relevan dengan kebutuhan industri.
Pelatihan ini diberikan secara gratis kepada WBP dengan harapan mereka dapat bersaing di dunia kerja atau membuka peluang usaha mandiri setelah masa hukuman berakhir.
Program pelatihan ini tidak hanya memberikan keterampilan teknis, tetapi juga membuka peluang bagi WBP untuk memulai lembaran baru dengan bekal keterampilan yang siap diaplikasikan di masyarakat. (Ibe)

















