TOPNEWS1.ONLINE, MAKASSAR — Kepala Sekolah SDIT MA’ARIF Makassar dan Ketua Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (UIM) memberikan siraman rohani kepada jaksa dan pegawai kejaksaan tinggi Sulawesi Selatan, Senin, 16 Januari 2023.
Acara tersebut berlangsung di Masjid Al Adli Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan Ustaz H. Mubarak Bakry, M.Th.I dengan tema “Janganlah Berprasangka Buruk” terhadap satu sama lain.
Beliau menyampaikan bahwasanya prasangka terbagi menjadi 4 macam yaitu Prasangka baik terhadap Allah SWT, beliau menyampaikan hadis yang berbunyi :
إِنَّ اللهَ جَمِيلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ
Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan.” (HR. Muslim)”
Maksud hadis tersebut diatas bahwasanya Allah SWT itu indah dan mencintai keindahan sedangkan kebaikan Allah itu tidak diragukan lagi sebab Allah maha sempurna dengan segala – galanya diajuhkan sifat – sifat kekurangan, maka tiada alasan bagi kita para manusia untuk tidak meragukan Allah SWT apalagi sampai menjelek – jelekan Allah SWT.
Kemudian Prasangka yang tidak baik terhadap Allah SWT maupun terhadap sesama manusia
ايكم الحسد فان الحسد تاكل الحسنة النار الحطب
”.Jauhilah sifat dengki karena sesungguhnya dengki itu bisa merusak amal kebaikan, seperti halnya api memakan kayu). (HR ABU DAWUD)”
Maksud hadis tersebut adalah jauhilah, hindarilah perbuatan prasangka yang tidak jelas sebab – sebabnya karena hanya menyangka – nyangka seseorang melakukan suatu perbuatan hal ini dapat menyakiti hati dan perasaan orang lain dan dapat merusak amal ibadah kita.
Selanjutnya Prasangka yang hukumnya mandu (yang di sunnahkan)
Tiap muslim yang sejati tentu dapat dipercaya dan mudah dipercaya sebab islam mengajarkan supaya manusia bertingkah laku yang baik.
Dengan demikian, kata Syaikh Abdul Aziz bin Baz yang menjadi kewajiban seorang Muslim adalah hendaknya tidak berprasangka buruk kepada saudaranya sesama Muslim kecuali dengan bukti.
“Tidak boleh meragukan kebaikan saudaranya atau berprasangka buruk kepada saudaranya kecuali jika ia melihat pertanda-pertanda yang menguatkan prasangka buruk tersebut, jika demikian maka tidak mengapa,” ujarnya.
Selanjutnya, lrasangka Suudzon
Suudzon adalah prasangka buruk terhadap seseorang yang bisa membunuh iman seseorang dan membuat kita jauh dari ketakwaan. suudzon merupakan sifat yang tanpa sadar muncul dari dalam diri seseorang. Bagi umat muslim suudzon tidak boleh dilakukan terhadap sesama, karena Allah SWT sangat menentang hal ini contohnya orang fasik yang selalu menyebar berita hoax karena bagi orang fasik kebohongan itu menjadi hal yang biasa.
Dalam Alquran Surah Al-Gujarat Ayat 12 menjelaskan “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan) karena sebagian dari purba-sangka itu dosa.
Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang”.
“Olehnya itu kita harus menghindari sikap berprasangka buruk terhadap orang lain agar tercipta pergaulan yang sehat dan tercipta umat yang bersih jiwanya selamat dunia dan akhirat,” tandasnya. (*)
Sumber : Kasi Penkum Kejati SulSel SOETARMI S.H.,M.H.
















