TOPNEWS1.ONLINE, SIDRAP — Disampaikan pada Pertemuan Lokakarya Tribulan Puskesmas Pangkajene Kecamatan Maritengngae, 17 Juni 2021.
WHO memperkirakan setiap tahunnya terdapat 50-100 juta kasus infeksi virus dengue di seluruh dunia suatu penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang dibawa oleh nyamuk aedes aegypti betina lewat gigitan saat menghisap darah manusia, penyakit ini merupakan salah satu penyakit tropis yang banyak ditemukan di Indonesia.
Data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, demam berdarah telah menjadi penyakit endemik di Indonesia sejak tahun 1968. Sejak itu, penyakit ini menjadi salah satu masalah utama di Indonesia, dengan penyebaran dan jumlah penderita yang cenderung meningkat setiap tahun.
Mengutip laman Sehat Negeriku Jumat, 4 Desember 2020, total kasus DBD di Indonesia hingga pekan ke-49 tahun 2020 mencapai 95.893 kasus dengan kematian 661 orang, tahun 2021 minggu ke-15 tanggal 19 April jumlah kasus kumulatif DBD adalah 6.122 kasus dengan jumlah kematian sebanyak 65 kasus, DBD dalam angka di Sidenreng Rappang jumlah kasus kumulatif 351 kasus dengan jumlah kematian 5 kasus dari  periode 1 Januari hingga 15 Juni 2021, angka kasus terus bertambah berdasarkan laporan surveilans Puskesmas dan informasi dibukanya ruang perawatan tambahan di rumah sakit bagi penderita baru penyakit DBD.
Mengapa demam berdarah sulit sekali dibasmi?? Â karena banyak sekali pengaruhnya. mulai dari iklim, lingkungan, vektor nyamuk dan populasinya, perilaku sakit diantaranya membuang sampah sembarangan serta perilaku lainnya yang mendukung kesukaaan dan siklus kehidupan Aedes aegypti hingga populasi dan kepadatan nyamuk tinggi. Maka dari itu pencegahan kasus DBD harus dilakukan multi-sektor, terutama peran serta masyarakat untuk mencegah DBD.
PSN 3M Plus, Efektif mencegah dan mengurangi Kasus DBD
Pembasmian “Pemberantasan“ sumber DBD lebih efektif dan tuntas sebab yang diintervensi adalah tempat perkembangbiakan (fase hidup di air) maka semua generasi nyamuk tersebut akan terbasmi dan nyamuk dewasa tidak dapat bertelur karena tidak ada tempat perkembangbiakan. Lakukan aksi nyata melalui strategi PSN 3M PLUS yaitu Gerakan pemberantasan sarang nyamuk dengan melakukan 3M Plus.
Setiap rumah tangga Menguras atau membersihkan tempat yang sering dijadikan tempat penampungan air seperti bak mandi, ember air, tempat penampungan air minum, penampung air lemari es, dan lain-lain, Menutup rapat tempat-tempat penampungan air seperti drum, kendi, toren air, dan lain-lain Memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang memiliki potensi untuk jadi tempat perkembangbiakan nyamuk pembawa virus demam berdarah. Upaya plusnya dapat menaburkan bubuk abate (Larvasidasi), menaruh ikan di kolam dan menanam tanaman pengusir nyamuk.
Inovasi Penangkap d Larvitrap di Setiap Rumah Tangga,  kita massifkan dan padukan intervensi hingga memastikan rumah kita bebas jentik, Insya Allah  kita aman dari DBD dan Bersatu Wujudkan Lingkungan Bersih Kampung Bebas DBD. (*)
Penulis: Dr. Ishak Kenre, SKM., M.Kes / Kabid P2P

















