TOPNEWS1.ONLINE, SIDRAP — Denyut perkembangan Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) kian terasa, tak hanya di sektor pertanian, tetapi juga merambah kuat ke dunia perhotelan.
Hadirnya Hotel dan Resto Marza 88 menjadi penanda baru bahwa Sidrap semakin hidup dan terbuka bagi para tamu dari berbagai daerah.

Hotel yang berlokasi di Jalan Andi Cammi, Kelurahan Rijang Pittu, Kecamatan Maritengngae ini resmi dibuka dalam suasana grand opening yang meriah, Selasa (5/4/2026).
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Syaharuddin Alrif, jajaran pemerintah daerah, pelaku usaha, hingga tamu undangan yang turut menyaksikan momen penting tersebut.
Ketua PHRI Sidrap, Hj Heriyani Yuki Ruby, menyambut hangat kehadiran Marza 88. Ia melihat pertumbuhan hotel di Sidrap sebagai sinyal positif bagi kemajuan daerah.
“Alhamdulillah, bertambahnya hotel di Sidrap ini bagus sekali. Masyarakat jadi punya banyak pilihan tempat menginap,” ujarnya.
Sebagai pelaku usaha perhotelan, ia justru menilai semakin banyak hotel bukanlah ancaman, melainkan peluang untuk tumbuh bersama. Menurutnya, keberagaman fasilitas akan menjadi daya tarik tersendiri bagi orang luar untuk datang ke Sidrap.
“Kalau fasilitas hotel bertambah, itu bisa jadi daya tarik. Orang luar akan lebih tertarik datang ke Sidrap. Ini juga bisa mendorong investor lain masuk. Jadi bukan saingan, tapi sama-sama tumbuh,” tambahnya.
Sementara itu, Owner Marza 88, H. Nur Ilham, mengungkapkan rasa syukur atas berdirinya hotel dan resto tersebut. Ia berharap tempat yang dibangunnya bisa menjadi ruang singgah yang nyaman sekaligus membawa manfaat bagi masyarakat sekitar.
“Ini semua berkat dukungan banyak pihak. Semoga Marza 88 bisa memberi manfaat, membuka lapangan kerja, dan menjadi tempat yang nyaman untuk semua tamu,” ungkapnya.
Dengan konsep layanan penginapan dan kuliner, Marza 88 diharapkan mampu memenuhi kebutuhan warga lokal maupun tamu dari luar daerah yang datang ke Sidrap.
Dalam kesempatan itu, Bupati Syaharuddin Alrif menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus mendorong pertumbuhan ekonomi dari berbagai sektor.
“Sidrap harus terus maju. Kita dorong petani lebih modern, ekonomi bergerak, dan layanan publik semakin baik,” tegasnya.
Ia juga menyambut baik hadirnya hotel baru ini yang dinilai akan memperkuat kapasitas penginapan di Sidrap, terutama untuk mendukung berbagai kegiatan, mulai dari agenda pemerintahan hingga kunjungan tamu dari luar daerah.
Kini, dengan hadirnya Marza 88, Sidrap tidak hanya dikenal sebagai lumbung pangan, tetapi juga mulai menunjukkan geliatnya sebagai daerah yang berkembang di sektor jasa dan pariwisata.
Banyak pihak pun optimistis, langkah ini menjadi bagian dari perjalanan panjang menuju pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan. (ibe)

















