TOPNEWS1.ONLINE, SIDRAP – Pemerintah Arab Saudi dan Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa pelaksanaan ibadah haji tahun 2025 hanya diperuntukkan bagi jemaah yang memiliki visa haji resmi.
Kebijakan tahun ini jauh lebih ketat dibanding tahun-tahun sebelumnya, sebagai bentuk pengawasan ketat terhadap kelancaran dan keamanan ibadah haji.
Masyarakat diimbau untuk tetap menjaga nama baik daerah dan negara dengan mematuhi seluruh ketentuan yang berlaku.
Salah satu poin penting yang ditekankan adalah pemilihan penyelenggara perjalanan ibadah haji dan umrah yang legal dan transparan.
Ada lima poin utama yang wajib diperhatikan calon jamaah kejelasan travel, jadwal keberangkatan, maskapai penerbangan, akomodasi hotel, serta keabsahan visa.
“Haji reguler memang lebih terjangkau, namun masa tunggunya cukup lama. Sedangkan haji khusus menawarkan fasilitas lebih lengkap dengan waktu tunggu sekitar 3 hingga 5 tahun. Sementara itu, haji furoda atau jatah tamu negara bisa berangkat lebih cepat, tetapi tidak menjual fasilitas karena durasinya sekitar 20 hari,” jelas Dr. H. Muhammad Idris Usman, MA, Kepala Kemenag Sidrap.
Beliau juga menyampaikan apresiasi kepada PT. Almarhamah Cahaya Utama Baranti Sidrap, salah satu penyelenggara haji yang menggunakan visa resmi dari Kemenag.
“Insya Allah, ibadah jamaah akan lebih khusyuk karena difasilitasi dengan baik dan dibimbing oleh tenaga profesional tersertifikasi oleh Kementerian Agama RI,” tambahnya.
Hal senada disampaikan oleh Dr. H. Muh. Azhar Burhanuddin, pimpinan PT. Almarhamah Cahaya Utama Baranti Sidrap.
“Alhamdulillah, para jamaah haji khusus yang telah menunggu hingga 5 tahun kini siap berangkat. Kami berkomitmen membimbing sesuai tuntunan Al-Qur’an dan sunnah Rasulullah SAW,” tuturnya.
Ustadz H. Asyraf H. Burhan mengajak seluruh jamaah untuk bersama-sama menikmati kekhusyukan ibadah di tanah suci. “Mari kita rasakan nikmatnya sholat, tawaf, dzikir, dan doa di dekat Ka’bah.”
Sementara itu, Dokter H. Muhammad Noor Thoha memastikan seluruh calon jamaah telah menjalani pemeriksaan kesehatan lengkap sesuai standar pemerintah, termasuk vaksin meningitis, perekaman biometrik, serta edukasi menjaga pola hidup sehat.
Ustadz H. Nursalim juga menyampaikan rasa syukur atas persiapan matang para pembimbing.
“Sosok Gurutta H. Burhan terus hidup dalam hati kami melalui ilmu, keteladanan, dan bimbingannya terhadap jamaah.”
Pendaftar calon jamaah haji khusus pun semakin hari kian meningkat.
“Ini menjadi berkah dari Allah SWT dan bentuk dukungan nyata atas komitmen pemerintah dalam menjadikan daerah ini religius, maju, dan sejahtera,” kata Ustadz H. Andi Muhalim.
Semoga seluruh jamaah selalu diberi kesehatan dan perlindungan dalam melaksanakan ibadah haji. Amiin. (ibe)
















