TOPNEWS1.ONLINE, MAKASSAR — Banyak Calon Jamaah Haji (CJH) asal Indonesia tahun ini tidak melaksanakan wukuf di Padang Arafah Mekkah lantaran dilarang masuk oleh pemerintah Arab Saudi.
Mereka yang tidak masuk kebanyakan menggunakan visa ziarah, serta calon jamaah haji memakai tasreh palsu/gelang palsu dan menggunakan mobil bus tidak berstiker resmi.
Hal tersebut disampaikan CEO An-Nur Ma’arif, H Bunyamin Yapid LC MH kepada media, Senin, 3 Juli 2023.
“Benar, ada beberapa bus yang membawa CJH tidak masuk Padang Arafah karena tidak berstiker resmi, menggunakan gelang palsu. Selain itu, banyak juga yang menggunakan visa ziarah tidak masuk,” ucapnya.
Tak hanya itu, kata dia banyak juga calon jamaah yang sudah menempati duluan tenda reguler sebelum jamaah haji reguler masuk sehingga mereka disuruh keluar.
“Beberapa orang yang ke Arafah, namun tidak dapat tenda dan ada yang kedapatan dalam tenda haji reguler sehingga di usir keluar dari tenda,” ucapnya.
Olehnya itu, dia berharap kepada masyarakat untuk menjadikan hal tersebut pembelajaran dan tidak terjadi ditahun-tahun berikutnya.
“Jadi masyarakat harus cerdas. Kalau mau berhaji harus gunakan visa haji. Haji langsung berangkat dengan harga Rp150 juta dipastikan bukan jamaah haji khusus atau bukan visa haji yang digunakan,” ujarnya.
“Yang resmi saja tahun ini bermasalah bus di Musdalifah apalagi yang tidak resmi,” tambahnya. (dso/Ibe)
















