TOPNEWS1.ONLINE, SIDRAP — Mahasiswa Polbangtan Gowa menggelar kegiatan penyuluhan yang dirangkaikan dengan Musyawarah Desa terkait program IP 300 (Indeks Pertanaman 300) di Kantor Desa Bulo Wattang, Kecamatan Panca Rijang, Kabupaten Sidrap, Sabtu (24/5/2026) malam. Kegiatan strategis yang berlangsung khidmat ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah desa setempat serta dihadiri oleh puluhan tokoh tani yang antusias memajukan produktivitas pertanian wilayah mereka.
Program IP 300 merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan intensitas pertanaman padi menjadi tiga kali dalam setahun pada lahan yang sama. Guna menyukseskan program nasional tersebut, kehadiran mahasiswa Polbangtan Gowa dinilai sangat momentum, di mana mereka membawa angin segar berupa edukasi teknologi tepat guna yang dapat membantu petani mengatasi tantangan manajemen waktu dan kesuburan tanah.

Materi penyuluhan yang dipaparkan oleh Naiya berfokus pada inovasi modernisasi sektor pertanian hulu serta manajemen pemanfaatan limbahnya agar bernilai ekonomis. Adapun rangkaian materi yang dibawakan meliputi Efektivitas Tabela Paralon, Pemanfaatan Limbah Sekam Padi sebagai Biochar, Pemanfaatan Pupuk Bokashi, hingga strategi pengolahan dan Pemanfaatan Limbah Jerami pasca-panen.
Sepanjang jalannya kegiatan, materi mengenai Tabela Paralon (Tanam Benih Langsung menggunakan pipa paralon) menjadi primadona dan mendapat respons paling positif dari para petani setempat ujar naiya . Inovasi alat sederhana namun aplikatif ini dinilai sangat solutif bagi tantangan percepatan tanam yang diwajibkan dalam program IP 300, sebab mampu memotong waktu penyemaian dan menghemat biaya tenaga kerja secara signifikan.
Selain efisiensi waktu, sejumlah mahasiswa juga mengupas tuntas cara mengembalikan unsur hara tanah yang terkuras akibat pola tanam intensif melalui pemanfaatan limbah. Pengenalan Biochar dari sekam padi dan pupuk organik Bokashi diharapkan dapat menjadi solusi bagi ketergantungan petani terhadap pupuk kimia murni, sekaligus memperbaiki struktur biologi tanah Desa Bulo Wattang secara jangka panjang.
Acara yang berlangsung hingga larut malam ini turut dihadiri secara langsung oleh jajaran Ketua Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani) dan Ketua Poktan (Kelompok Tani) se-Desa Bulo Wattang. Kehadiran para pemangku kebijakan lokal ini menegaskan bahwa kolaborasi antara akademisi, penyuluh lapangan, dan pelaku utama pertanian di tingkat tapak sangat krusial untuk mengubah pola pikir pertanian tradisional menuju modern.
Dalam kesempatan tersebut, Bapak Andi Wawan Indrawan selaku kepala desa memberikan arahan komprehensif mengenai teknis musyawarah turun sawah yang akan segera dihadapi musim ini. Beliau menekankan pentingnya keseragaman waktu tanam dan kekompakan antarkelompok tani agar manajemen pengairan dan pengendalian hama dapat berjalan serempak dan meminimalisir risiko gagal panen.
Memperkuat materi mahasiswa, Ibu Janedah selaku Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Bulo Wattang, turut memberikan penjelasan tambahan yang sangat taktis mengenai efektivitas penggunaan Tabela Paralon. Beliau meyakinkan para petani bahwa adopsi teknologi lokal seperti ini bukan hal yang rumit dan justru menjadi kunci sukses mengejar target tanam serempak dalam skema IP 300.
Apresiasi tinggi juga datang dari Bapak Muin selaku Ketua Gapoktan Bulo Wattang yang menyambut baik semangat serta edukasi yang dibawa oleh para mahasiswa Polbangtan Gowa. “Saya berharap kegiatan seperti ini ada keberlanjutannya. Jadi, bukan hanya sekadar teori di dalam ruangan, tetapi ke depan kita bisa langsung menjadwalkan praktik pembuatannya bersama-sama dengan petani langsung di lapangan,” ujarnya optimis.
Sebagai penutup kegiatan, Naiya perwakilan mahasiswa Polbangtan Gowa menyatakan komitmennya untuk siap mendampingi kelompok tani dalam melakukan demonstrasi plot (demplot) pembuatan alat Tabela Paralon maupun pengolahan pupuk Bokashi. Sinergi ini diharapkan tidak berhenti pada malam penyuluhan saja, melainkan menjadi tonggak awal transformasi Desa Bulo Wattang sebagai desa mandiri pangan berbasis pertanian berkelanjutan. (*)
Penulis: Naiya Quency Putri Akuli
Wakil Ketua Umum Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM) Polbangtan Gowa















