Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
LUWU TIMUR

Elva Bonita Nathania Salempang Mahasiswa KKN Unhas Manfaatkan Limbah Kulit Nanas Menjadi Lilin Aromaterapi di Desa Tabarano, Luwu Timur

×

Elva Bonita Nathania Salempang Mahasiswa KKN Unhas Manfaatkan Limbah Kulit Nanas Menjadi Lilin Aromaterapi di Desa Tabarano, Luwu Timur

Sebarkan artikel ini

TOPNEWS1.ONLINE.LUWU TIMUR. — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin, Elva Bonita Nathania Salempang, mahasiswa Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin, melaksanakan sosialisasi dan demonstrasi pemanfaatan limbah kulit nanas menjadi lilin aromaterapi ramah lingkungan Selasa 28 Juli 2026 di Desa Tabarano, Kabupaten Luwu Timur.

Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan inovasi pemanfaatan limbah kulit nanas menjadi produk bernilai tambah yang dapat dikembangkan sebagai produk unggulan desa.

Pasang Iklan Anda Disini
Pasang Iklan Anda Disini

Desa Tabarano dikenal sebagai salah satu sentra penghasil nanas di Kabupaten Luwu Timur dengan cita rasa khas. Tingginya produksi nanas menghasilkan limbah kulit yang selama ini umumnya dimanfaatkan sebagai kompos atau menjadi limbah.

Melalui kegiatan ini, masyarakat diperkenalkan cara mengolah kulit nanas menjadi lilin aromaterapi sehingga limbah tersebut memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.

Inovasi ini sejalan dengan SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) dan SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) melalui pemanfaatan limbah organik menjadi produk bernilai tambah.

Lilin aromaterapi diharapkan menjadi salah satu produk tambahan unit pengrajin Desa Tabarano sekaligus produk khas desa.

Kepala Desa Tabarano, Rimal Manuk Allo, mengapresiasi inovasi tersebut. “Nanas merupakan salah satu potensi terbesar Desa Tabarano. Manfaatnya sangat banyak, baik untuk kesehatan maupun berbagai produk turunannya.

Saat ini permintaan nanas dari desa kami juga terus meningkat, bahkan pernah dipesan oleh PT Vale Indonesia untuk dikirim ke Surabaya karena memiliki cita rasa yang khas. Selama ini kulit nanas biasanya hanya dijadikan kompos atau menjadi limbah, padahal masih bisa dimanfaatkan menjadi produk yang berguna seperti lilin aromaterapi.

Produk ini dapat menambah jenis usaha bagi unit pengrajin yang akan kita kembangkan sekaligus menjadi salah satu produk khas Desa Tabarano yang dapat diperkenalkan kepada tamu yang berkunjung. Kami juga berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi inspirasi bagi sekolah untuk mengembangkan keterampilan peserta didik melalui kegiatan ekstrakurikuler.

Percaya saja, kalau kita melakukan sesuatu dengan niat yang baik, pasti semua ada jalannya,” ucap Rimal Manuk Allo,

Melalui kolaborasi antara mahasiswa KKN Universitas Hasanuddin, Pemerintah Desa Tabarano, dan masyarakat, inovasi ini diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah komoditas nanas sekaligus memperkenalkan potensi Desa Tabarano.(Nn/Dso).

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel diatas?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by ExactMetrics