TOPNEWS1.ONLINE, SIDRAP — Tren pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) menunjukkan sinyal positif. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Selatan tahun 2025 mencatat Sidrap menempati peringkat pertama persentase rumah tangga yang memiliki mobil di Sulawesi Selatan dan peringkat kedua untuk kepemilikan emas/perhiasan minimal 10 gram.
Berdasarkan data yang diterima Redaksi Kamis, 12 Februari 2026 data Statistik Kesejahteraan Rakyat 2025, sebanyak 27,38 persen rumah tangga di Sidrap tercatat memiliki mobil. Angka ini menjadi yang tertinggi di Sulsel, mengungguli Wajo (27,08 persen) dan Luwu Timur (24,18 persen).

Tak hanya itu, dalam indikator kepemilikan emas/perhiasan minimal 10 gram, Sidrap berada di posisi kedua dengan capaian 49,95 persen rumah tangga.
Posisi pertama ditempati Kabupaten Wajo sebesar 53,23 persen. Capaian ini menunjukkan hampir separuh rumah tangga di Sidrap memiliki aset emas minimal 10 gram, jauh di atas rata-rata Sulawesi Selatan yang berada di angka 27,54 persen.
Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, menyampaikan bahwa peningkatan indikator kesejahteraan tersebut tidak lepas dari pertumbuhan ekonomi daerah yang terus membaik, terutama melalui program ketahanan pangan.
“Perekonomian Sidrap terus meningkat seiring dengan program ketahanan pangan, khususnya tiga kali tanam padi dalam setahun. Ini berdampak langsung pada pendapatan masyarakat,” ujarnya.
Sidrap memang dikenal sebagai salah satu lumbung pangan terbesar di Indonesia. Selain produksi padi yang stabil dan terus ditingkatkan, daerah ini juga menjadi sentra produksi telur yang memasok berbagai wilayah di Sulawesi dan luar daerah.
Program intensifikasi pertanian dengan pola tanam tiga kali setahun dinilai mampu menjaga perputaran ekonomi masyarakat tetap aktif sepanjang tahun. Dampaknya terlihat pada meningkatnya daya beli dan kemampuan masyarakat dalam memiliki aset produktif maupun aset bernilai simpan seperti kendaraan dan emas.
Capaian ini memperkuat posisi Sidrap sebagai daerah agraris yang tidak hanya kuat dalam sektor produksi pangan, tetapi juga menunjukkan indikator kesejahteraan rumah tangga yang kompetitif di tingkat provinsi.
Dengan tren positif tersebut, pemerintah daerah optimistis pertumbuhan ekonomi Sidrap akan terus berlanjut dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat. (ibe)

















