Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
TAKALAR

Dugaan Mafia BBM Subsidi Menguat, Aktivitas Mencurigakan di SPBU Galesong Takalar Jadi Sorotan

×

Dugaan Mafia BBM Subsidi Menguat, Aktivitas Mencurigakan di SPBU Galesong Takalar Jadi Sorotan

Sebarkan artikel ini

TOPNEWS1.ONLINE, TAKALAR – Aktivitas pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di SPBU Pertamina 74.922.05 yang berlokasi di Desa Boddia, Kecamatan Galesong, Kabupaten Takalar, menjadi sorotan publik. Sejumlah warga menyoroti adanya pola pengisian berulang yang diduga mengarah pada praktik pelangsiran BBM subsidi.

Pantauan di lokasi pada Jumat (5/6/2026) menunjukkan beberapa sepeda motor melakukan pengisian Pertalite berkali-kali dalam waktu yang relatif singkat. Setelah mengisi BBM, kendaraan tersebut terlihat keluar dari area SPBU, kemudian kembali masuk antrean untuk melakukan pengisian ulang dengan pola yang sama.

Pasang Iklan Anda Disini
Pasang Iklan Anda Disini

Kondisi tersebut berlangsung pada jam operasional SPBU dan menarik perhatian masyarakat yang menilai aktivitas itu tidak lazim. Dugaan semakin menguat karena kendaraan yang digunakan sebagian besar merupakan jenis sepeda motor dengan kapasitas tangki relatif besar, bahkan diduga telah dimodifikasi untuk menampung BBM dalam jumlah lebih banyak.

Pola antre, mengisi, keluar, lalu kembali mengantre berulang kali memunculkan dugaan adanya sistem pengambilan BBM subsidi yang berjalan secara terstruktur. Padahal, di area SPBU telah terpasang aturan yang melarang pengisian BBM subsidi menggunakan kendaraan dengan tangki modifikasi.

Meski demikian, aktivitas tersebut disebut-sebut tetap berlangsung tanpa hambatan berarti. Tidak terlihat adanya tindakan pencegahan ataupun penertiban yang dilakukan terhadap kendaraan yang diduga melakukan pengisian berulang.

Sejumlah warga sekitar mengaku telah lama menyaksikan aktivitas serupa. Mereka menilai kondisi tersebut bukan lagi hal baru dan seolah berlangsung tanpa pengawasan yang ketat.

“Seperti dibiarkan saja, padahal jelas terlihat,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Menurut warga, praktik semacam ini berpotensi merugikan masyarakat umum karena dapat memengaruhi distribusi BBM subsidi yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat yang berhak. Selain itu, antrean kendaraan yang diduga melakukan pengisian berulang juga disebut kerap memperpanjang waktu tunggu bagi konsumen lainnya.

Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran mengenai ketepatan sasaran distribusi BBM bersubsidi di wilayah Takalar. Publik pun mendesak pihak terkait, termasuk Pertamina dan aparat penegak hukum, untuk turun langsung melakukan pemeriksaan lapangan guna memastikan ada atau tidaknya pelanggaran dalam proses distribusi BBM di SPBU tersebut.

Masyarakat berharap apabila ditemukan adanya penyimpangan, langkah penindakan dapat dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku agar distribusi BBM subsidi berjalan transparan dan tepat sasaran.

Hingga berita ini ditulis, pihak pengelola SPBU Pertamina 74.922.05 di Desa Boddia, Kecamatan Galesong, belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan aktivitas pengisian BBM berulang yang menjadi perhatian masyarakat tersebut. (ibe) 

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel diatas?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by ExactMetrics