Dijerat UU ITE, Andi Kengkeng Dituntut 6 Bulan Penjara

  • Whatsapp
Dijerat UU ITE, Andi Kengkeng (pakai topi koboi) Dituntut 6 Bulan Penjara

TOPNEWS1.ONLINE, SIDRAP — Kasus UU ITE (Informasi dan Tekhnologi) yang melilit Andi Kengkeng alias Sang Koboy dari Timur dituntut penjara 6 Bulan subsider 8 bulan masa percobaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Sidrap.

Hal itu dilakukan setelah sidang tuntutan dibacakan di Kantor Pengadilan Negeri Sidrap, Rabu (31/03/2021) kemarin.

Bacaan Lainnya

Dalam dakwaannya, JPU berpendapat jika terdakwa A.Kengkeng melakukan penghinaan terhadap korban H.Muh Yusuf alias H.Ucu pengusaha tambang galian C di Bila, Kecamatan Pitu Riase.

Tuntutan tersebut, terdakwa Kengkeng dianggap telah melakukan tindak pidana dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan, mentransmisikan, membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan atau dokumen elektronik yang memiliki muatan yang melanggar penghinaan.

“Dakwaan kami jika terdakwa dituntut 6 bulan penjara itu sesuai pasal 27 ayat (3) Junto Pasal 45 ayat (3) UU Nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik. Dasar dari tuntutan itu ya fakta persidangan,” kata Muh Ikbal Ilyas,SHMH, yang juga Jaksa Penuntut Umum kepada wartawan, Kamis (01/04/2021).

Begitupun selama masa persidangan, para Saksi yang dihadirkan adalah korban H.Yusuf dan Ansar alias Appe menyebutkan keterangannya cukup memberatkan Andi Kengkeng.

Humas yang juga Kepala Seksi (Kasie) Intelijen Kejari Sidrap ini menambahkan adapun Pasal 27 ayat (3) Undang-Undang Nomor 11 tahun 2008 Jo Pasal 45 ayat (3) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Sementara hal-hal yang meringankan terdakwa adalah adanya kesepakatan berdamai.

“Intinya, terdakwa kami tuntut penjara meski hanya 6 bulan lamanya, dan keputusannya ditangan majelis hakim PN Sidrap nantinya,”ucap Ikbal.

Rencananya, pekan depan sidang selanjutnya adalah nota Pembelaan terdakwa, sebelum dibacakan putusan vonis.

Kasus ini bermula ada postingan video terdakwa yang bernada penghinaan terhadap korban H.Ucu dimana kasus perseteruan tentang Aktifitas Tambang galian C di Bila. (mds/ibe)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel diatas?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *