TOPNEWS1.ONLINE, SIDRAP — Warga Kelurahan Ponrangae, Kecamatan Pitu Riawa, Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan, dihebohkan dengan isu dugaan pembagian bantuan dari Baznaz Sidrap senilai Rp3 juta yang disebut-sebut tidak tepat sasaran.
Kabar tersebut mencuat setelah sejumlah warga mempertanyakan kelayakan penerima bantuan yang dinilai tidak sesuai dengan kondisi ekonomi di lapangan. Salah seorang warga Kelurahan Ponrangae yang meminta identitasnya dirahasiakan mengaku heran dengan adanya penerima bantuan yang dianggap tidak layak.

“Bagaimana tidak dipertanyakan, salah satu penerima bantuan Baznaz Rp3 juta itu memiliki anak yang menjabat sebagai lurah. Sementara di Ponrangae masih banyak warga yang lebih layak menerima bantuan tersebut tetapi tidak mendapatkannya,” ujar warga tersebut.
Menurutnya, kondisi tersebut menimbulkan tanda tanya di tengah masyarakat terkait proses pendataan dan penentuan penerima bantuan yang seharusnya diperuntukkan bagi warga yang benar-benar membutuhkan.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Baznaz Sidrap, H. Mustari Sede, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp pada Kamis malam (5 Maret 2026), membenarkan bahwa salah satu penerima bantuan memang merupakan orang tua dari seorang lurah.
Namun, Mustari menjelaskan bahwa berdasarkan hasil survei yang dilakukan pihak Baznaz sebelumnya, orang tua lurah yang dimaksud tidak tinggal satu atap dengan anaknya.
“Dari hasil wawancara dan survei kami di lapangan, orang tua lurah yang dimaksud tidak tinggal bersama anaknya,” jelas Mustari.
Ia juga menegaskan bahwa penentuan penerima bantuan dari Baznaz mengacu pada kategori desil tingkat kesejahteraan masyarakat.
“Yang layak menerima bantuan dari Baznaz itu yang masuk kategori desil satu. Kalau desil satu tidak ada, baru kita pertimbangkan desil dua,” tambahnya.
Meski demikian, Mustari menyatakan pihaknya akan kembali melakukan koordinasi dengan pemerintah kecamatan setempat guna memperjelas isu yang berkembang di masyarakat.
“Kalau nanti setelah kami koordinasikan dan ternyata memang benar tidak layak menerima bantuan tersebut, maka bantuan itu akan kami tarik kembali meskipun sudah diterima,” tegasnya.
Ia menambahkan, langkah tersebut akan diambil sebagai bentuk komitmen Baznaz agar bantuan yang disalurkan benar-benar tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan. (*)

















