Bupati Sidrap Keluarkan Surat Edaran Terkait Kasus Peningkatan DBD 

  • Whatsapp
Bupati Sidrap Keluarkan Surat Edaran Terkait Kasus Peningkatan DBD 

TOPNEWS1.ONLINE, SIDRAP — Bupati Sidrap I H Dollah Mando mengeluarkan surat edaran menyusul meningkatnya kasus demam berdarah dengue (DBD) yang disertai dengan kematian.

Adapun surat edaran bernomor : 800/3s3 /Dinkes, Dalduk dan KB yang diteken langsung Bupati H Dollah Mando itu, secara khusus meminta kepada Para Kepala SKPD Se-Kabupaten Sidrap, Para Camat, serta Para Kepala Puskesmas agar intens melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait perlunya upaya pencegahan serta penanggulangan yang cepat sebelum kasus DBD lebih meningkat lagi.

Bacaan Lainnya

Bupati dalam surat edarannya itu, meminta para pejabat terkait yang dimaksud untuk memastikan rumah bebas jentik dengan meningkatkan gerakan 3M plus (Menguras penampungan air/bak air minimal sekali seminggu, menutup rapat bak penampungan air, memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi wadah perkembangbiakan nyamuk Aedes Aegepti plus menaburkan bubuk Larvasida ditempat penampungan air dan menjaga kebersihan lingkungan sekitar

Selain itu, Bupati ingin agar para pejabat yang dimaksud agar secepatnya melakukan edukasi dan penyuluhan kesehatan di kelompok tatanan masyarakat secara terus menerus

Bersama-sama dengan bawahan dan masyarakat dalam wilayah masing-masing untuk melakukan kerja bakti secara rutin dalam rangka mendukung lingkungan bersih dan sehat serta mendukung gerakan bebas jentik nyamuk Aedes Aegepti di Kabupaten Sidenreng Rappang

Apabila ada anggota keluarga demam, pinta Dollah Mando, agar segera dibawa ke Fasilitas Kesehatan terdekat (puskesmas wilayah setempat).

Tingginya kasus DBD yang disertai kematian di Sidrap dalam enam bulan terakhir, dipertegas oleh Kepala Dinkes, Dalduk dan KB Sidrap, Dr NS H Basra S.​Kep M.Kep.

Dalam sebuah wawncara, DR Basra menyebut bahwa jumlah kasus DBD di Sidrap sejak Januari-Juni 2021 sudah menembus 284 kasus dengan angka kematian sebanyak 4 orang.

“Kasus terbanyak ada dalam wilayah kerja Puskesmas Pangkajene sebanyak 136 kasus, menyusul wilayah kerja Puskesmas Amparita sebanyak 58 kasus dan wilayah kerja Puskesmas Lawawoi dengan 40 kasus,” beber DR Basra. (MDS/ibe)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel diatas?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *