Fokus intervensi yang dilakukan BKKBN untuk menurunkan stunting adalah dari pra-nikah, ibu hamil dan 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Oleh karena itu Hasto sangat berterima kasih kepada para mitra yang ikut berpartisipasi dalam penurunan stunting ini.
“Kami berterimakasih atas gotong royong yang luar biasa kepada para mitra semuanya. Kemudian ada dapur sehat mengatasi stunting juga didukung oleh para mitra yang hadir di sini kami ucapkan terima kasih untuk memberikan contoh seperti apa makanan sehat, begitu juga tim pendamping keluarga. Kami berterima kasih kepada bidan yang juga ikut tekun menjadi tim pendamping keluarga. Saya sering merayu bidan itu begini ‘bidan bukan segala galanya, tapi tanpa bidan BKKBN tidak ada apa-apanya,” kata Hasto.
Pasang Iklan Anda DisiniPasang Iklan Anda Disini
Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P dalam sambutannya mengatakanseluruh pihak dalam penurunan stunting sudah terlihat dengan percepatan penurunan stunting yang menjadi sebuah gerakan nasional di masyarakat Indonesia saat ini.
“Alhamdulillah saya rasa stunting sudah menjadi gerakan nasional. Sudah menjadi bagian dari kesadaran masyarakat luas bukan hanya instansi bukan hanya aparat, tetapi semua orang bicara stunting. Semua orang ingin berpartisipasi dan itulah yang penting. Kalau itu sudah diadopsi di internalisasi mendarah daging di dalam hati pikiran masyarakat, maka stunting ini akan menjadi persoalan siapapun yang nanti akan memimpin Indonesia maka tidak boleh mengabaikan namanya stunting ini, dan itu lah yang menjadi target kita,” kata Muhadjir Effendy.
Menurut Muhadjir, pada 1000 Hari Pertama Kehidupan tidak boleh diabaikan sama sekali karena sangat penting bagi kehidupan seorang manusia.
“1000 Hari pertama awal kehidupan itu wajib tidak bisa diabaikan. Kenapa? Karena tadi Pak Hasto luar biasa telah memaparkan sangat clear ya jadi 1000 hari ini kalau lewat selesai dan kita mungkin termasuk bagian yang selesai itu karena 54% menurut Bank Dunia tahun 2019 ya 54% angkatan kerja produktif Indonesia itu mantan stunting,” jelas Muhadjir.
Menanggapi Rakornis ini, Kepala BKKBN Sulsel, Andi Rita menyatakan siap menindaklanjutinya pertemuan ini di tingkat provinsi.
“Untuk memperkuat pelaksanaan program Bangga Kencana dan upaya percepatan penurunan stunting di tahun 2023, kita akan melaksanakan rakornis di tingkat provinsi sebagai tindak lanjut rakornis pusat, dan kita juga akan menghadirkan seluruh mitra yang ada dari Polri, TNI, IBI, PKK dan mitra lainnya” ujar Andi Rita.
Dalam rakornis ini fokus pada pembahasan strategi optimalisasi pemanfaatan DAK Bidang KB, Strategi Pelayanan Penurunan Unmeet Need dan pengendalian Drop Out, Optimalisasi Pendampingan Keluarga dalam percepatan penurunan stunting dan Rencana Aksi percepatan penurunan stunting. (dso/Ibe)
















