Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
SIDRAP

Begini Sosok Syahar, Petani Porang Raih Lencana Adhi Bhakti Tani Nelayan Utama

×

Begini Sosok Syahar, Petani Porang Raih Lencana Adhi Bhakti Tani Nelayan Utama

Sebarkan artikel ini

Berselang delapan bulan, pisang tumbuh lebat dan porang menampakkan hasil yang menggembirakan, sudah ada Katak atau buah porang yang setiap pohonnya 2 sampai 5 buah katak.

Kesuksesan ini membuat banyak orang decak kagum termasuk yang awalnya mencibir karena tidak percaya porang bisa tumbuh ditanah tandus. Tak hanya porang dan pisang yang dikembangkan kini, ratusan batang kelor, sukun dan lainnya tumbuh lebat. Lahan yang awalnya 50 Ha, kini sudah 85 Ha, Agar petani binaanya lebih semangat dan sejahtera, di selah lahan porang yang agak rendah ditanami padi dan pelihara ikan.

Pasang Iklan Anda Disini
Pasang Iklan Anda Disini

Atas sukses itu, anak mudahnya Sulsel ini tak lagi hanya disibukkan memimpin rapat dan melayani tamu di Dprd Provinsi Sulsel, tapi juga harus cerdas dan lebih disiplin menerimah tamu di Sekolah alam porang binaanya, mulai dari kelompok tani, pejabat, politisi dari berbagai daerah hingga pejabat pusat, seperti menteri datang belajar tentang bercocok tanam porang belum lagi undangan untuk mengajar bertani porang dari berbagai daerah dan provinsi.

Perasan keringat Sekretaris Partai Nasdem Sulsel ini kepercik hingga jakarta.
Kelompok kontak Tani Nelayan Andalan, lewat surat nomor : 048/KTA-NAS/09/2021, mengundang H.Syahruddin Alrif, kamis 23/9-2021 dalam rangka penyelenggaraan rembuk paripurna Kelompok Tani Nelayan Andalan ( KTNA ), Andalan nasional di kantor Kementerian pertanian Republik Indonesia, untuk menerima Penghargaan Lencana Adhi Bhakti Tani Nelayan Utama, penghargaan tertinggi dari KTNA Nasional.

Surat undangan tertanggal 9 september 2021, ditandatangani Ketua KTNA M. Basjir, DA dan Sekretaris jenderal, Ir. M. Sofyan Noor, SH.

Menariknya, Lencana yang dimaksudkan penghargaan atas pebgabdian, kesetiaan dalam mendampingi, memotivasi semangat dan tanggungjawab serta kemandirian petani dan nelayan dalam meningkatkan pembangunan pertanian, perikanan dan kehutanan serta sistim sistim dan usaha agribisnis, sehingga dapat dijadikan teladan bagi setiap warga negara Indonesia, nama Syahar di urutan pertama.

Dua lainnya yang diberi penghargaan tingkat utama yakni bupati kutai kartanegara provinsi Kalimantan timur, Drs. Edi damansyah, MSi dan bupati kampar Provinsi Riau H. Catur sugeng susanto.

Sementara lencana tingkat madya dari tujuh penerima ada nama Dr. H.Amaran mahmud bupati wajo Provinsi Sulsel, dan 5 lainnya adalah penerima penghargaan tingkat pratama, yang kesemuanya terdiri dari Gubernur, bupati dan wakil bupati kecuali Syahruddin Alrif yang wakil ketua Dprd Sulsel.

Dengan penghargaan ini Syahar bersyukur tapi itu bertani kata dia, bukan untuk meraih penghargaan tapi meningkatkan produktifitas dan kesejahteraan petani.

“Ya, alhamdulillah kesemuabya ini adalah refleksi kolektif dari sebuah etos kerja Resopa Temmangingngi namalomo naletei pammase Dewata ( Hanya dengan kerja tak kenal putus asah Rahmat Allah akan tercurah,” ujarnya di balik telpon selulernya Senin 20/9-2021 saat berada di Bone. (Aris Asnawi)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel diatas?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by ExactMetrics