Aliansi Peduli Sungai Bila Mana?, Tambang Pasir Masih Beroperasi

  • Whatsapp
Ilustrasi

TOPNEWS1.ONLINE, SIDRAP — Walaupun sudah ada surat perintah penghentian aktivitas tambang galian C disepanjang sungai Bila yang dikeluarkan Kapolres Sidrap, namun hal tersebut tidak diindahkan salah satu penambang.

Hasil pantauan dilokasi dan laporan dari masyarakat di wialayah itu, kegiatan aktivitas yang dilakukan PT Emas Patimangi dinilai tak mematuhi aturan pemerintah daerah seperti halnya yang dilakukan sejumlah penambang resmi lainnya.

Bacaan Lainnya

“Diwilayah itu, ada 5 perusahaan tambang galian C yang memiliki izin resmi dari pemerintah, namun setelah diinstruksikan untuk menghentikan kegiatan, 4 diantara perusahaan tunduk sama aturan, namun PT Emas Patimangi tetap beroperasi,”jelas sejumlah warga yang ditemui dilokasi, Selasa kemarin (19/1/21).

Dengan tetap beroperasinya perusahaan itu, masyarakat mempertanyakan konsistensi salah satu wadah yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Peduli Sungai Bila (AMPSB) yang terkesan tutup mata dan hilang gaungnya.

Tidak hanya itu, masyarakat didaerah itu juga menilai polisi kurang tegas dalam mengawal surat perintah Kapolres yang ditangani unit Tipiter Sat Reskrim Polres Sidrap terkait larangan kegiatan tambang galian C disepanjang sungai Bila, baik yang dihulu maupun di hilir.

Sekedar diketahui, perintah Kapolres untuk menutup semua aktivitas tambang disepanjang sungai Bila itu, sebagai bentuk ketegasan dalam menyikapi munculnya kemelut beberapa waktu lalu.

“Sejatinya, melalui tim penyidik unit Tipiter Sat Reskrim Polres Sidrap diharapkan dapat mengambil sikap tegas menutup semua aktivitas tambang sesuai perintah Kapolres dan tidak pilih kasih,” harap sejumlah warga. (mds) 

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel diatas?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
1
+1
0

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *