TOPNEWS1.ONLINE, POLEWALI MANDAR — Kebakaran lahan kembali terjadi di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat. Sekitar lima hektare perkebunan sawit di Desa Baru, Kecamatan Luyo, terbakar pada Rabu (2/9/2026) malam.
Kobaran api yang mulai terlihat sekitar pukul 18.30 Wita tersebut langsung mendapat respons cepat dari Satuan Tugas (Satgas) Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Kabupaten Polman.
Pasi Ops Kodim 1402 Polman, Kapten Inf Ahmad Yani, mengatakan personel langsung dikerahkan setelah menerima laporan kebakaran.
“Begitu kami menerima laporan kejadian kebakaran lahan, Satgas Karhutla langsung bergerak ke lokasi untuk membantu proses pemadaman,” katanya.
Pemadaman melibatkan personel gabungan dari Damkar, Polres Polman, Kodim 1402 Polman, Yon TP 917 KKM, Kompi Brimob, BPBD Polman, serta Basarnas Unit Siaga Polman. Masyarakat setempat juga turut membantu petugas memadamkan api.
Petugas berjibaku melawan kobaran api yang membakar area perkebunan sawit. Berkat gerak cepat tim gabungan, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 19.30 Wita.
Meski api telah berhasil dijinakkan, petugas tidak langsung meninggalkan lokasi. Proses pendinginan terus dilakukan hingga sekitar pukul 21.00 Wita guna memastikan tidak ada titik api maupun bara yang masih berpotensi memicu kebakaran susulan.
“Kita lakukan pendinginan untuk memastikan api benar-benar padam dan tidak ada bara yang masih menyala,” ujar Ahmad Yani.
Ia menambahkan, kondisi kemarau membuat vegetasi dan lahan menjadi lebih kering sehingga risiko kebakaran semakin tinggi. Masyarakat pun diminta meningkatkan kewaspadaan dan menghindari aktivitas yang dapat memicu munculnya api.
“Kami terus mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kebakaran lahan dan hutan. Jangan melakukan aktivitas yang dapat memicu munculnya api, terutama di lahan yang kondisinya kering,” tuturnya.
Satgas Karhutla Polman juga meminta masyarakat segera melaporkan apabila menemukan titik api. Kecepatan dalam menangani kebakaran sejak awal dinilai menjadi kunci untuk mencegah api meluas dan menimbulkan kerugian yang lebih besar. (ibe)

















