TOPNEWS1.ONLINE.LUWUTIMUR. – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Inovasi Desa Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) merancang penataan ulang tata ruang Bank Sampah Unit (BSU) Desa Balambano, Kecamatan Wasuponda, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan.
Program ini digagas oleh Aditya Dahlan di bawah bimbingan dosen pembimbing lapangan, Andi Muhamad Pramatadie, S.T., M.Eng., Ph.D.
Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai respons atas kondisi eksisting bank sampah yang dinilai belum optimal dari segi fungsi dan kenyamanan.
Kondisi Bank Sampah Sebelumnya Dinilai Belum Ideal Selama ini, BSU Desa Balambano yang berdiri di Jalan Poros Tabarano-Malili-Soroako hanya berupa satu bangunan tanpa sekat dengan luas sekitar 150,9 meter persegi.
Minimnya pembagian ruang membuat alur warga atau nasabah, petugas, dan mitra pengepul kerap bertabrakan di satu titik yang sama.
Kondisi ini diperparah dengan minimnya ruang higienis, serta suhu udara yang panas dan kebisingan dari jalan poros yang berdekatan langsung dengan bangunan.
Bertolak dari persoalan tersebut, tim KKN-T Unhas kemudian menyusun sebuah buku panduan sekaligus konsep redesain tata ruang bank sampah berbasis standar arsitektur.
Perancangan ini merujuk pada sejumlah acuan, mulai dari data arsitektur Neufert, Peraturan Menteri LHK No. 14 Tahun 2021, SNI 19-3964-1994, hingga ketentuan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dari Kementerian Ketenagakerjaan.
Menurut tim penyusun, pendekatan berbasis standar ini penting agar bank sampah tidak lagi dipandang sebagai fasilitas yang kumuh dan asal berdiri, melainkan sebagai ruang kerja yang tertata, aman, dan nyaman bagi seluruh penggunanya.
Empat Zona Baru dan Tiga Jalur Sirkulasi Terpisah , Dalam konsep barunya, bangunan BSU Balambano direncanakan terbagi menjadi empat zona fungsional yang saling terhubung namun tidak lagi tumpang tindih.
Zona A dikhususkan untuk pelayanan publik, tempat warga menyetor dan menimbang sampah. Zona B berfungsi sebagai area operasional dan pengolahan sampah oleh petugas.
Sementara itu, Zona C dirancang sebagai ruang gudang atau penyimpanan, dan Zona D diperuntukkan sebagai area servis serta ruang pengelola.
Tim penyusun menjelaskan bahwa pemisahan jalur dan penataan zona semacam ini merupakan langkah mendasar dalam manajemen fasilitas persampahan, karena berdampak langsung pada efisiensi kerja petugas sekaligus mengurangi risiko kecelakaan kerja di lapangan.
Diharapkan Tingkatkan Partisipasi Warga dan Keberlanjutan Program
Melalui redesain ini, tim KKN-T Unhas berharap BSU Desa Balambano dapat tampil lebih rapi, aman, dan mengundang minat warga untuk aktif memilah serta menyetor sampah.
Perbaikan tata ruang juga digadang-gadang mampu mendongkrak efisiensi kerja petugas bank sampah sekaligus memperkuat aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di lokasi.
Buku panduan perencanaan tata ruang yang disusun turut dirancang agar dapat menjadi acuan teknis bagi pengelola desa dalam pengembangan fasilitas serupa ke depannya, tidak hanya untuk kebutuhan jangka pendek program KKN.
Tim penyusun berharap program ini dapat menjadi pijakan awal bagi Desa Balambano dalam mengelola sampah secara lebih profesional dan berkelanjutan, sekaligus mendorong tumbuhnya kesadaran lingkungan di tengah masyarakat setempat.(Ady/dso).














