TOPNEWS1.ONLINE.BARRU.–. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Profesi Kesehatan Universitas Hasanuddin Posko Desa Garessi, Kecamatan Tanete Rilau, Kabupaten Barru, melaksanakan program kerja unggulan “Gerakan Bersama Cuci Tangan Pintar (GEBRAK CETAR) : Edukasi Pencegahan Cacingan dengan Metode Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)” di Dusun Buttue.Desa Garessi, Kec. Tanete Rilau, Kab. Barru 22 Juli 2026.
Cacingan masih menjadi masalah kesehatan nasional yang belum tertangani secara maksimal dan membutuhkan kolaborasi lintas keilmuan kesehatan. Sebagai wujud pengabdian nyata kepada masyarakat,
A. Achmad Adlansyah Ramadhan, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Profesi Kesehatan Universitas Hasanuddin Posko Desa Garessi menyampaikan bahwa pemilihan tema cacingan sangat relevan dengan kondisi geografis Desa Garessi. Anak-anak memiliki intensitas kontak dengan tanah yang tinggi saat bermain, sementara kebiasaan mencuci tangan pakai sabun sebelum makan masih belum menjadi budaya.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini lahir dari keprihatinan tingginya risiko kecacingan pada anak di wilayah agraris. Data penelitian di Sulawesi Selatan menyebutkan anak yang tidak rutin mencuci tangan pakai sabun berisiko 6,7 kali lebih tinggi terinfeksi cacingan. Padahal dampaknya serius: anemia, stunting, lemas, dan turunnya konsentrasi belajar.
Dari Ceramah Jadi Gerakan Cetar
Berbeda dari penyuluhan biasa, GEBRAK CETAR dikemas dengan metode PINTAR: Praktik, Inovatif, Sehat, Terampil, Aktif, dan Rutin. Kata “PINTAR” sendiri merupakan akronim dari Praktik, Inovatif, Sehat, Terampil, Aktif, dan Rutin. Kegiatan tidak hanya berupa penyuluhan, tetapi juga praktik langsung 6 langkah cuci tangan yang benar menurut WHO, edukasi siklus hidup cacing dengan media games interaktif, games edukasi, serta pembagian hadiah bagi yang interaktif dalam proses kegiatan tersebut.
Kepala Desa Garessi Abdul Wahid menyambut baik kegiatan ini dan berharap kolaborasi ini berkelanjutan.”Kami sangat berterima kasih, anak-anak kami jadi lebih paham pentingnya jaga kebersihan. Semoga setelah ini tidak ada lagi anak-anak Garessi yang sakit cacingan karena lupa cuci tangan,” Ucap nya..
Kegiatan ditutup dengan deklarasi bersama “Anak Garessi Sehat, Rajin Cuci Tangan” sebagai komitmen bersama untuk menerapkan PHBS dalam kehidupan sehari-hari. Harapannya melalui gerakan ini, anak-anak Desa Garessi dapat menjadi agen perubahan PHBS di lingkungan keluarga dan sekolah untuk mewujudkan generasi yang sehat dan berprestasi.
Selain itu hadirnya kegiatan ini juga menjadi salah satu upaya penguatan sistem kesehatan, menurunkan angka stunting, dan mengendalikan penyakit menular maupun penyakit tidak menular, serta meningkatkan akses terhadap pelayanan kesehatan melalui pelaksanaan program kerja sebagai solusi bersama.
Terlaksananya program kerja ini telah menjadi langkah awal yang nyata dari perjalanan Mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Unhas Tahun 2026 dalam memberikan kontribusi dan solusi bersama bagi masyarakat. Diharapkan kegiatan ini membawa keberkahan dan manfaat berkelanjutan, baik bagi mahasiswa maupun masyarakat Desa Garessi, khususnya Dusun Buttue, untuk mewujudkan generasi Barru yang sehat dan berprestasi.(Nn).
















