Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
SIDRAP

Bupati Sidrap Jamu PGRI Sulsel, Budaya Saromase Jadi Magnet Porsenijar 2026

×

Bupati Sidrap Jamu PGRI Sulsel, Budaya Saromase Jadi Magnet Porsenijar 2026

Sebarkan artikel ini
Bupati Sidrap Jamu PGRI Sulsel, Budaya Saromase Jadi Magnet Porsenijar 2026

TOPNEWS1.ONLINE, SIDRAP – Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap) saat Pemerintah Kabupaten Sidrap menggelar jamuan makan malam bagi Ketua PGRI kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan, Rabu malam (1/7/2026).

Jamuan tersebut menjadi bentuk penghormatan kepada para tokoh pendidikan yang hadir dalam rangka mengikuti Pekan Olahraga, Seni, dan Pembelajaran (Porsenijar) PGRI Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan 2026 yang dipusatkan di Kabupaten Sidrap pada 2–6 Juli.

Pasang Iklan Anda Disini
Pasang Iklan Anda Disini

Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, didampingi Wakil Bupati Nurkanaah yang juga merupakan mantan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sidrap, menyambut langsung para tamu dari 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan.

Dalam sambutannya, Syaharuddin menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi atas kehadiran ribuan insan pendidikan di Bumi Nene Mallomo.

Menurutnya, kehadiran para guru, kepala sekolah, dan pengurus PGRI merupakan sebuah kehormatan sekaligus membawa berkah bagi masyarakat Sidrap.

“Kami mengucapkan selamat datang kepada seluruh keluarga besar PGRI Sulawesi Selatan. Kehadiran bapak dan ibu guru di Kabupaten Sidrap adalah sebuah kehormatan dan berkah bagi masyarakat kami,” ujar Syaharuddin.

Ia mengungkapkan, sebanyak 64 ribu peserta telah terdaftar mengikuti Porsenijar Sulsel 2026, menjadikannya salah satu kegiatan terbesar yang pernah digelar di Kabupaten Sidrap.

Bupati berharap momentum tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga dan seni, tetapi juga menjadi wadah lahirnya gagasan serta kolaborasi untuk memajukan dunia pendidikan.

“Semoga kehadiran para cendekiawan dan tokoh-tokoh pendidikan ini membawa manfaat besar bagi kemajuan pendidikan di Sidrap. Kami ingin anak-anak Sidrap tumbuh menjadi generasi yang sukses, cerdas, dan mampu bersaing,” katanya.

Di hadapan para tamu, Syaharuddin juga menyampaikan permohonan maaf apabila masih terdapat kekurangan selama proses penyambutan maupun pelaksanaan kegiatan.

“Kami mohon maaf apabila ada pelayanan yang belum sempurna. Namun kami bersama seluruh panitia telah berusaha semaksimal mungkin agar seluruh peserta merasa nyaman selama berada di Sidrap,” tuturnya.

Ia menjelaskan, keterbatasan fasilitas penginapan tidak menjadi penghalang bagi masyarakat Sidrap untuk menyambut para tamu.

Dengan kapasitas hotel dan wisma yang hanya sekitar 500 kamar, masyarakat secara sukarela membuka rumah mereka, bahkan sejumlah sekolah disiapkan sebagai tempat menginap peserta.

“Inilah budaya Saromase yang kami miliki. Orang Sidrap akan melayani tamunya dengan tulus, ikhlas, dan penuh rasa kekeluargaan. Kami ingin semua peserta merasa seperti berada di rumah sendiri,” ungkapnya.

Syaharuddin mengaku telah berkeliling ke sejumlah posko dan lokasi penginapan peserta. Ia menyaksikan langsung antusiasme masyarakat yang bergotong royong menyiapkan makanan, tempat istirahat, hingga berbagai kebutuhan para tamu.

“Saya melihat sendiri masyarakat sangat gembira menyambut kedatangan para peserta. Mereka menyiapkan makanan, membantu fasilitas, dan melayani dengan sepenuh hati. Itulah kebanggaan masyarakat Sidrap,” katanya.

Sementara itu, Ketua PGRI Provinsi Sulawesi Selatan, H. Hasnawi Haris, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Sidrap atas sambutan yang luar biasa.

Ia menilai keramahan pemerintah dan masyarakat Sidrap mencerminkan budaya luhur yang membuat seluruh kontingen merasa dihargai dan nyaman sejak pertama tiba.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bupati, Wakil Bupati, panitia, dan seluruh masyarakat Sidrap atas sambutan yang begitu hangat. Pelayanan yang diberikan sungguh luar biasa dan menjadi kesan yang tidak akan kami lupakan,” ujar Hasnawi Haris.

Jamuan makan malam tersebut menjadi simbol eratnya persaudaraan antara Pemerintah Kabupaten Sidrap dan keluarga besar PGRI Sulawesi Selatan.

Lebih dari sekadar penyambutan, momen itu memperlihatkan wajah Sidrap sebagai daerah yang menjunjung tinggi budaya Saromase ramah, terbuka, dan memuliakan setiap tamu.

Semangat itulah yang diharapkan menjadi kenangan indah bagi puluhan ribu peserta Porsenijar Sulsel 2026 saat kembali ke daerah masing-masing. (Ibe)

 

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel diatas?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by ExactMetrics