TOPNEWS1.ONLINE, MESIR – Tenaga Ahli Menteri Agama RI, Dr. H. Bunyamin M. Yapid, memperoleh banyak inspirasi berharga saat mengunjungi studio media dakwah milik Kementerian Wakaf Mesir dalam rangkaian agenda kerjanya di Kairo.
Kunjungan tersebut menjadi momentum penting untuk mempelajari bagaimana media dakwah modern dikelola secara profesional guna menyampaikan pesan-pesan keislaman yang edukatif, informatif, dan mudah dipahami masyarakat.
Di studio dakwah tersebut, Dr. Bunyamin menyaksikan langsung pemanfaatan teknologi media dalam menyebarluaskan ilmu-ilmu keislaman kepada publik.
Berbagai konten disajikan secara menarik dan berkualitas, mulai dari kajian tafsir Al-Qur’an, fikih, akidah, hingga pembahasan momentum-momentum penting dalam kalender Hijriah.
Menurutnya, salah satu kekuatan utama yang dimiliki Studio Dakwah Mesir adalah kemampuannya menghadirkan materi yang selalu relevan dengan kebutuhan umat.
Konten keagamaan diperbarui secara berkala dan dikemas dengan pendekatan yang komunikatif sehingga mudah diterima oleh berbagai kalangan masyarakat.
“Di sini kita melihat bagaimana dakwah dikembangkan dengan sangat profesional. Materi-materi tentang tafsir, fikih, akidah hingga keutamaan bulan-bulan Hijriah terus diperbarui dan disampaikan dengan cara yang mudah dipahami masyarakat,” ujar Dr. Bunyamin.
Selain meninjau studio media dakwah, rombongan juga mengunjungi salah satu masjid yang dikelola Kementerian Wakaf Mesir.
Masjid yang diresmikan pada tahun 2025 itu tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat pemberdayaan masyarakat melalui berbagai program pendidikan, pembinaan keluarga, dan pelayanan sosial.
Bagi Dr. Bunyamin, kunjungan tersebut memiliki nilai strategis yang jauh melampaui agenda seremonial.
Ia menilai pengalaman yang diperoleh selama berada di Mesir dapat menjadi referensi penting dalam pengembangan model edukasi keagamaan di Indonesia, khususnya melalui pemanfaatan media digital yang semakin berkembang pesat.
“Ini bukan sekadar kunjungan biasa. Apa yang kami lihat di sini akan menjadi bahan pembelajaran bagi kita di Indonesia, khususnya bagaimana menghadirkan edukasi keagamaan kepada masyarakat melalui pola pemberitaan dan media dakwah yang edukatif, informatif, serta cepat dipahami,” katanya.
Ia menambahkan, keberhasilan pengelolaan media dakwah di Mesir tidak terlepas dari kualitas sumber daya manusia yang unggul.
Profesionalisme para pengelola, dukungan teknologi yang memadai, serta kemampuan menghadirkan konten yang sesuai kebutuhan umat menjadi faktor utama yang membuat sistem dakwah tersebut berjalan efektif.
“Sangat profesional, dan yang paling menonjol adalah kualitas SDM-nya yang unggul. Itu yang kami lihat dari suguhan Studio Dakwah Mesir ini,” tambahnya.
Sebagai alumnus Al-Azhar dan Ketua Alumni Timur Tengah, Dr. Bunyamin menilai Mesir memiliki banyak pengalaman yang dapat diadaptasi untuk memperkuat ekosistem dakwah dan pendidikan Islam di Indonesia.
Ia berharap kunjungan tersebut dapat membuka peluang kerja sama yang lebih luas antara kedua negara, khususnya dalam bidang pengembangan media dakwah modern berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.
Melalui pertukaran pengalaman dan kolaborasi yang berkelanjutan, diharapkan pesan-pesan keagamaan dapat disampaikan secara lebih efektif, menjangkau generasi muda, serta menjawab tantangan dakwah di era digital yang terus berkembang. (Ibe)

















