Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
SIDRAP

Edukasi Cerdas di Sidrap: Lawan Stigma HIV, Waspadai Cara Penularannya

×

Edukasi Cerdas di Sidrap: Lawan Stigma HIV, Waspadai Cara Penularannya

Sebarkan artikel ini

TOPNEWS1.ONLINE, SIDRAP — Edukasi seputar HIV digelar di Kelurahan Arawa, Kamis, 26 Juni 2025, oleh Tim Kesehatan Puskesmas Lawawoi bersama Ashesi Sidrap.

Kegiatan ini menjadi momen penting dalam meningkatkan pemahaman masyarakat tentang HIV, penularannya, dan upaya pencegahan.

Pasang Iklan Anda Disini
Pasang Iklan Anda Disini

Tenaga kesehatan Puskesmas Lawawoi, Hj Junaida, menegaskan bahwa virus HIV tidak menular melalui kontak fisik biasa seperti berpelukan atau berjabat tangan.

“HIV hanya bisa menular melalui pertukaran cairan tubuh, seperti darah, cairan kelamin, dan air susu ibu,” jelasnya.

Ia menekankan pentingnya deteksi dini. Jika HIV terdeteksi sejak awal dan pengobatan rutin dijalankan, ODHA (Orang dengan HIV/AIDS) dapat tetap hidup sehat dan produktif.

Obat antiretroviral (ARV) dan vitamin pendukung disediakan gratis di Puskesmas Lawawoi, Tanru Terong Rappang, dan Pangkajene.

“Kalau rutin minum obat, HIV bisa dikendalikan dan tidak berkembang menjadi AIDS,” ujar Junaida.

Kemudian kalaupun ada yang di dapat kan terkena virus HIV diwajibkan untuk rutin berobat supaya bisa memutus rantai penularan virus HIV.

Masyarakat juga diimbau untuk menjauhi seks bebas dan narkoba suntik. Penggunaan kondom wajib dilakukan bila salah satu pasangan diketahui positif HIV.

Lurah Arawa, Babar Akkas, SE, mengapresiasi penyuluhan tersebut. Ia berharap warganya semakin sadar dan teredukasi dalam menjaga diri dan keluarga dari ancaman HIV.

Ketua Ashesi Sidrap, Suriadi Ngate, SE, SH, turut hadir dan memberikan dukungannya. Ia melaporkan bahwa hari ini sebanyak 43 orang telah menjalani tes HIV, menambah jumlah total skrining menjadi 224 orang dalam empat hari pelaksanaan.

“Target kami sekitar 400 orang. Skrining dan edukasi seperti ini harus terus dilakukan untuk mencegah penyebaran HIV sejak dini,” kata Suriadi.

Dengan pendekatan yang humanis, kegiatan ini menegaskan bahwa edukasi HIV adalah upaya kolektif. Melindungi masyarakat dari HIV bukan hanya tanggung jawab tenaga medis, tapi juga seluruh elemen sosial. (ibe)

 

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel diatas?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by ExactMetrics