TOPNEWS1.ONLINE, SIDRAP – Sebuah langkah besar bagi sektor pertanian di Kabupaten Sidrap telah dimulai. Bupati Sidrap, H. Syaharuddin Alrif, bersama Kepala HSSE PLN UID Sulselrabar, Edyansyah, meresmikan program Listrik Masuk Sawah di Kelurahan Baranti, Kecamatan Baranti.
Program ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam mendukung Nawacita swasembada pangan dan meningkatkan produktivitas pertanian daerah.

Dalam peresmian ini, dilakukan penyalaan pompanisasi sawah bagi Kelompok Tani Kacoddae 1 serta penyerahan Renewable Energy Certificate (REC) kepada Kelompok Suyuti.
Turut hadir Wakil Bupati Sidrap Nurkanaah, Dandim 1420 Letkol Awaloeddin, Kapolres Sidrap AKBP Dr. Fantry Taherong, Kadis Pertanian Ibrahim, Camat Baranti Bustaman, serta unsur forkopimda dan tamu undangan lainnya.
Kepala HSSE PLN UID Sulselrabar, Edyansyah, menegaskan bahwa program ini adalah bagian dari elektrifikasi pertanian prioritas Kementerian Pertanian.
“PLN hadir untuk menyediakan energi yang andal dan efisien guna meningkatkan produktivitas serta menekan biaya operasional petani,” ujarnya.
Bupati Syaharuddin Alrif juga menegaskan bahwa Listrik Masuk Sawah adalah program unggulan Pemkab Sidrap. Dengan 32 unit pompa listrik tersebar di seluruh Sidrap, pemerintah siap mendukung musim tanam ketiga (MT 3) setelah suksesnya MT 1 dan MT 2.
“Kami pastikan program ini berjalan cepat dan mandiri. Selain itu, dua tiang listrik di jalan masuk sawah akan dipasangi lampu penerangan untuk memudahkan petani,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pompa celup berukuran 3,5 dapat mengairi hingga tujuh hektare sawah. Dengan program ini, hasil panen padi yang sebelumnya 5,5 ton per hektare ditargetkan naik menjadi tujuh ton per hektare.
Tak hanya meningkatkan produksi, biaya operasional petani juga lebih hemat. Jika sebelumnya petani mengeluarkan Rp2,9 juta per hektare untuk bahan bakar solar dan LPG, kini dengan listrik, biaya bisa ditekan hingga Rp1,8 juta per hektare.
Ke depan, Pemkab Sidrap juga berencana mengembangkan program ini untuk mengoptimalkan lahan tadah hujan agar lebih produktif. Dengan dukungan listrik, pertanian di Sidrap semakin maju dan petani semakin sejahtera.
Langkah nyata ini membuktikan bahwa sinergi antara pemerintah dan PLN dapat membawa dampak besar bagi sektor pertanian dan ketahanan pangan nasional. (ibe)

















