Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
SIDRAP

Dr Ishak Kenre: G1R1J, Gerakan Pencegahan Transmisi DBD

×

Dr Ishak Kenre: G1R1J, Gerakan Pencegahan Transmisi DBD

Sebarkan artikel ini

TOPNEWS1.ONLINE, SIDRAP — Di saat Bangsa masih berjuang menyelesaikan Pandemi Covid-19 melalui vaksinasi dan edukasi protokol kesehatan, beberapa wilayah daerah juga mengalami peningkatan kasus infeksi demam berdarah disertai kematian khususnya anak – anak usia pra sekolah – SD. Belajar, bermain dan istirahat lebih banyak dirumah berpotensi tergigit nyamuk Aedes aegypi betina apalagi rumah belum terbebas jentik, adanya sarang nyamuk dan perilaku individu rumah tangga yang abai terhadap upaya pencegahan DBD diantaranya membiarkan genangan air, kebiasaan menumpuk sampah yang menyisakan air, sisa makanan dibiarkan tanpa pengelolaan yang benar dan menggantung pakaian, tumpukan barang barang yang jarang digunakan tas, sepatu menjadi tempat yang disukai nyamuk beristirahat .

Kenali sarang nyamuk, agar efektik memberantasnya ?
Ada banyak sarang nyamuk yang harus dikenali terutama di rumah kita. Setiap rumah tangga dan masyarakat harus mengetahuinya agar tidak salah sasaran dalam memberantas sarang nyamuk, tempat yang bisa menjadi sarang nyamuk di rumah adalah bak kamar mandi dan toilet, tempat penampungan air, air jebakan semut (kaki meja), air pembuangan kulkas, tempat minum burung (yg jarang diganti), pot bunga, dispenser air minum (wadah limpahan airnya), barang bekas di sekitar rumah (ban, kaleng, batok kelapa, botol, gelas air mineral, potongan bambu, dan semua tempat yang bisa menampung air). Tempat ini berpotensi menjadi sarang nyamuk

Pasang Iklan Anda Disini
Pasang Iklan Anda Disini

Bila Masih ada Jentik Rumah, Penghuni rumah Terancam DBD
Satu jentik betina dirumah, dalam 12 – 14 hari akan berubah jadi nyamuk dewasa. 1 nyamuk betina dewasa sekali bertelur menghasilkan 100-200 butir telur. Dalam sebulan nyamuk bisa bertelur bias sampai 5 kali. Jadi dalam sebulan nyamuk bisa bertelur antara 600 sampai 1000 telur. Melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) secara tepat yang dilakukan setiap rumah akan menurunkan sampai menihilkan jentik dan populasi nyamuk disertai kebiasan pola hidup bersih sehat menghindari gigitan nyamuk akan membebaskan kita dari penyakit DBD.

G1R1J, Gerakan Efektif Menuju Bebas DBD

Pelaksanaan gerakan 1 Rumah 1 Jumantik (G1R1J) merupakan salah satu program pemerintah dalam pencegahan transmisi DBD yang melibatkan peran aktif masyarakat khususnya anggota keluarga untuk melaksanakan pemberantasan sarang nyamuk di lingkungan rumah tangga. Rumah Bebas Jentik bukanlah ungkapan tanpa makna, namun adalah tujuan cara strategi efektif membebaskan kita, keluarga dan masyarakat kita terbebas Demam berdarah dengue, segera jadi tenaga sukarela dirumah sendiri menjadi juru pemantau jentik (JUMANTIK) dengan tugas memantau keberadaan jentik nyamuk Aedes aegypti di rumah dan lingkungan, melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) secara rutin melalui Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik (G1R1J) adalah gerakan dan upaya efektif memberantas dan mencegah penyebaran DBD. ABCD, Ayo Bersatu Cegah DBD. (*)

Penulis: Dr. Ishak Kenre, SKM, M.Kes
Ketua Perhimpunan Sarjana & Profesional Kesehatan Masyarakat Indenesia
(PERSAKMI) Sidenreng Rappang

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel diatas?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by ExactMetrics