TOPNEWS1.ONLINE, SIDRAP — Lembaga Zakat Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah (Lazismu) bersama PC. IMM Sidrap, menyalurkan bantuan logistik kepada keluarga korban yang mengalami musibah kebakaran rumah di Desa Belawae, Kecamatan Pitu Riase, Kabupaten Sidrap, Provinsi Sulawesi selatan. Rabu (01/01/2020)
“Lazismu meringankan beban keluarga yang mendapat musibah kebakaran rumah. Mereka ini sudah tidak mempunyai harta benda apa pun, kecuali hanya pakaian di badan,” kata divisi distribusi logistik Lazismu Sidrap Faisal Sudin, di Rappang, Rabu.
Sebagai lembaga ZIS Muhammadiyah yang telah berlevel nasional dan telah meraih banyak penghargaan dalam mengelolah ZISKA, Lazismu mengemban tugas sosial dan pemberdayaan ekonomi masyarakat sekaligus Kegiatan ini merupakan cara lazismu menyongsong Tahun 2020 dengan kegiatan yang mencerahkan, Tegas dia.
Bantuan logistik yang diberikan berupa Uang Tunai sebesar 3,5 Juta rupiah serta bantuan sandang seperti pakaian pakai hari – hari, kelengkapan ibadah shalat, hingga alat – alat dapur rumah tangga.
“Uang ada juga, mungkin jumlahnya tidak banyak. Tapi paling tidak membantu dan meringankan dalam masa tanggap darurat keluarga mereka. Ini adalah program keluarga besar Muhammadiyah, dan simpatisan yang ikut membantu,”ujar Faisal Sudin.
Keluarga yang mereka bantu adalah, dari kalangan tidak mampu, rumah papan mereka telah terbakar karena diduga akibat arus pendek listrik pada Senin (30/12), sekitar pukul 13.30 WIB, saat itu tidak ada pemiliknya di rumah.
Saat peristiwa itu terjadi, api begitu cepat menghanguskan seiisi rumah hingga kontruksi bangunan rata dengan tanah, Beruntung api tidak merambat ke rumah lain yang hanya terpaut 20 meter.
“Setelah kebakaran ini, ada bantuan mengalir dari Dinsos, Camat, Kechik/ Kepala Desa, termasuk tetangga yang ngasih bantuan. Untuk kerugian tidak bisa dihitung karena yang tinggal cuma baju di badan,” kata pemilik rumah Mirna (27).
Didampingi anaknya Ulang (10), Mirna menjelaskan, mereka berprofesi sebagai pedagang keliling, saat kejadian itu tidak ada yang tinggal di rumah, demikian juga anak – anaknya semua masih di sekolah.
Harapannya dengan pemberian bantuan ini dapat memotivasi korban untuk tetap bertahan dan menjalani kehidupannya seperti biasanya.(erw)















