Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
NewsSulselTerbaru

KH. Muchyar Hardi Usman, Pembimbing Umroh DRW

×

KH. Muchyar Hardi Usman, Pembimbing Umroh DRW

Sebarkan artikel ini

TOPNEWS1.ONLINE, JAKARTA — Salah satu pembimbing utama ibadah umrah PT Dua Ribu Wisata (DRW) adalah Dr. KH. Muchyar Hardi Usman (Ustadz Muchyar), kelahiran Kandangan, Kalimantan Selatan, 16 Januari 1954, 66 tahun lampau. Ustadz Muchyar akan membawa rombongan jemaah umrah DRW, 19-29 Januari ke Tanah Suci; Madinah, Mekkah, dan Jeddah.

 

Pasang Iklan Anda Disini
Pasang Iklan Anda Disini

Ustadz Muchyar mengaku mengenal Dua Ribu Wisata sejak awal didirikan oleh Bapak H. M. Ja’far Muhammadiah dan H. Agus Salim Hussein di Jakarta.

 

“Saya mengenal DRW sejak tahun 2000. Kami pernah satu kantor di PT Tiga Utama milik alm Ande Latif selama enam tahun. Saya sudah dua kali naik haji dan beberapa kali umrah bersama Tim DRW,” kata Ustadz Muchyar.

Salah satu keunggulan Manejemen DRW adalah orang-orangnya supel dan mengutamakan kepuasan jemaahnya. Segala bentuk fasilitas yang dijanjikan sesuai dengan kenyataan di Tanah Suci, sehingga semua jemaah bahagia dan tenang dalam beribadah, lanjut Ustadz Muchyar.

 

Ibadah umrah itu adalah ibadah yang menyenangkan, di dalamnya terdapat variasi ibadah, harta atau materi, waktu, energi, fisik, hati, pikiran, dan lain-lain, termasuk pengalaman wisata spiritual, sosial-kemasyarakatan, atau mencakup dua hubungan baik, kepada Allah Swt dan terhadap sesama manusia atau hablun min Allah wa hablun min naas, tambah Ustadz Muchyar.

 

Tentang ibadah haji, Ustadz Muchyar mengungkapkan, “saya memiliki pengalaman spiritual yang indah ketika wukuf di Padang Arafah, 1988, ketika itu saya merasakan adanya persamaan dengan semua hambah, pakaian putih-putih (ihram) sama, tidak ada lagi perbedaan suku, etnis, warna kulit, status sosial, kaya-miskin, jabatan-pangkat, dan lainnya. Saya merasakan diri saya sebagai salah satu hamba dan tamu terhormat yang disambut oleh Allah Swt. Luar biasa.”

 

Terakhir, Ustadz Muchyar berpesan kepada calon Jemaah Umrah Dua Ribu Wisata yang akan dibimbingnya selama 10 hari sebanyak 29 jemaah,”kalian harus menganggap kesempatan beribadah umrah ini sebagai undangan istimewa, tamu Allah yang akan berjumpa atau merasakan kehadiran Allah di sekitar Baitullah nanti. Kita harus bersihkan niat dan mengikuti tata cara berumrah yang baik dan benar agar ketika pulang ke Indonesia, kita bisa mengubah akhlak dan moral kita menjadi hamba Allah yang lebih baik dan bermanfaat bagi keluarga dan lingkungan.” (M. Saleh Mude)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel diatas?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel diatas? +1 0…

Verified by ExactMetrics