Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BeritaMAKASSAR

Kerap Terjadi, Kabid Humas Polda Sulsel Harap Tokoh Agama Proaktif Mencegah Tawuran Didaerah Ini

×

Kerap Terjadi, Kabid Humas Polda Sulsel Harap Tokoh Agama Proaktif Mencegah Tawuran Didaerah Ini

Sebarkan artikel ini

TOPNEWS1.ONLINE, MAKASSAR— Kepala Bidang Humas Polda Sulsel Kombes pol E. Zulpan mengatakan, dalam menyikapi tawuran antar kelompok yang kerap terjadi dibeberapa tempat di daerah ini

Tentunya, diperlukan andil (peran) tokoh agama dan tokoh masyarakat agar sungguh-sungguh bersinergi dengan aparat Kepolisian untuk memberi pencerahan, edukasi dan bimbingan kepada masyarakat sehingga dengan upaya ini ke depan peristiwa tawuran dan tindak kejahatan lainnya yang berpotensi mengganggu kamtibmas dapat dicegah.

Pasang Iklan Anda Disini
Pasang Iklan Anda Disini

Dirinya mengaku sangat prihatin ada tawuran yang terjadi antar kelompok warga di perbatasan Kelurahan Karuwisi Utara Kecamatan Panakkukang dan Keluraha Tammua, Kecamatan Tallo. Minggu sore. (12/9) lalu

Mengakibatkan jatuhnya korban jiwa (meninggal) dunia seorang anak muda bernama Akbar yang terkena anak panah.

“Menyerahkan situasi kamtibmas hanya kepada pihak Kepolisian semata tentu adalah sikap yang keliru dan kurang bijak, sebab secara moral situasi keamanan dan ketertiban adalah tanggungjawab kita bersama sebagai bangsa khususnya para tokoh agama dan tokoh masyarakat “, ungkap E. Zulpan, saat ditemui. Sabtu, (18/09).

E. Zulpan berharap para tokoh agama dan tokoh masyarakat agar kiranya tidak bosan-bosan memberi nasihat dan himbauan kondusif kepada masyarakat di wilayahnya untuk tidak mudah terprovokasi.

Apalagi, lanjut E. Zulpan diketahui oleh masyarakat bahwa tawuran adalah perbuatan yang tercela, bertentangan dengan budaya orang Sulawesi Selatan yang selama ini dikenal sangat ketat dalam menjunjung tinggi nilai-nilai budaya yang disingkat 3S _(Sipakatau, Sipakalebbi, Sipakainge).

“Ketiga hal ini merupakan falsafah orang Bugis Makassar yang memiliki arti saling menghormati, saling menghargai dan saling mengingatkan”, tegas E. Zulpan.

Dikatakan E. Zulpan, masyarakat juga harus segera laporkan kepada pihak Kepolisian terdekat atau dengan menekan saluran telepon 110, jika ada tanda-tanda akan ada tawuran, maka dalam waktu yang relatif singkat pihak Kepolisian akan meresponnya, sehingga dengan demikian akan mencegah hal-hal yang tidak diinginkan .

E. Zulpan juga memastikan aparat Polrestabes Makassar dan Polsek jajaran akan meningkatkan tindakan preemtif berupa sosialisasi untuk mencegah perkelahian massal itu tidak terjadi. Selain itu, penegakan hukum bagi pelakunya.

“Terus kita lakukan sosialisasi dilakukan tiga pilar. Bhabinkamtibmas, kapolsek terus memberikan tindakan preemtif, imbauan-imbauan kepada warga agar tidak selalu melakukan tawuran”,tandas E. Zulpan.(mds/ibe)

Editor :M. Darwis Syamsuddin

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel diatas?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by ExactMetrics