TOPNEWS1.ONLINE, PANGKEP — Aksi unjuk rasa aliansi Mahasiswa kepulauan, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) terhenti didepan teras gedung DPRD Pangkep.
Lantaran tak satu pun anggota DPRD yang dapat dijumpai hingga aspirasi aliansi Mahasiswa tersebut tidak dapat disampaikan secara langsung ke wakil rakyat.
Aliansi mahasiswa tersebut pun, bubarkan diri dengan rasa kecewa, dikarenakan tak satu pun perwakilan rakyat anggota DPRD Pangkep yang menerima untuk berdialog. Aksi tersebut, digelar long Marc dari Taman musafir hingga ke gedung DPRD Pangkep, Rabu, 1 Desember 2021.
Jenderal lapangan, Aksari Latif menuntut berat pernyataan anggota dewan tentang pembatalan pembangunan RS tipe D di wilayah kepulauan.
“Aksi kita hari ini, aspirasi terkait pelayanan kesehatan. Kami sangat berharap aspirasi kita dapat didengar oleh anggota dewan, namun kecewa lantaran tidak satupun anggota dewan berada ditempat. Kami hanya ingin mendengar apa yang menjadi alasan yang kemudian dibatalkannya pembangunan RS tipe D di Kepulauan,”ujarnya.
Lanjut diungkapkan, kehadiran RS tipe D di wilayah kepulauan sangatlah dirindukan. Melihat sampai hari ini, kondisi pelayanan kesehatan di wilayah kepulauan masih sangat jauh dari harapan. Lantaran, pasilitas kesehatan yang sangat minim.
“Beberapa bulan lalu, di pulau sailus dan Sapuka adanya kejadian warga yang meninggal, karena jarak tempuh yang jauh untuk sampai ke tempat pasilitas kesehatan yang mumpuni, hingga warga tersebut meninggal dunia dalam perjalanan. Kami ketika ada warga yang butuh penanganan medis secara intensif dan darurat harus menyebrang ke wilayah NTB, karena untuk ke daratan RS Batara Siang Pangkep itu terbilang lebih jauh jarak tempuhnya dibandingkan ke NTB,”ungkapnya.
Ditambahkan, Aksari Latif Inilah yang menjadi aspirasi kami, untuk memprioritaskan pasilitas kesehatan di wilayah kepulauan, jangan hanya pada wilayah daratan yang menjadi perhatian secara terus menerus.
Pun Aksari Latif, menekankan akan kembali melakukan unjuk rasa hingga aspirasi tersebut di dengar dan mempromosikan pembangunan pasilitas kesehatan di wilayah kepulauan. (ard)
















