Inisiasi Sekolah Sehat, Disdik Pangkep Gandeng PT Unilever Indonesia

  • Whatsapp

PANGKEP, TOPNEWS1.ONLINE — PT Unilever Indonesia menggandeng Dinas Pendidikan Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) untuk menginisiasi program Sekolah Sehat selama masa Pandemi Covid-19.

Program kerja sama Yayasan Peduli Negeri ini melibatkan 174 sekolah dasar yang terbagi di tiga wilayah daerah ini, seperti wilayah kepulauan, pegunungan dan daratan.

“Sebenarnya, program ini sudah berjalan sejak tahun 2011 di Sulawesi Seltan. Hanya karena pandemi maka tahun ini kembali kita inisiasi dengan metode daring dalam bentuk penguatan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di sekolah-sekolah,”ujar Direktur Eksekutif Yayasan Peduli Negeri, Saharuddin Ridwan saat dijumpai di Dinas Pendidikan Pangkep, Rabu 20 Mei, 2021.

Menurut Saharuddin, penguatan PHBS ini bukan hanya diberikan kepada murid melalui daring, tetapi juga kepada guru-guru di sekolah. Program ini, kata dia, sebagai bentuk program Corporate Social Responsibility (CSR) PT. Unilever Indonesia.

Program ini juga, lanjut mantan jurnalis Indosiar ini, dimaksudkan untuk meningkatkan derajat dan kesadaran mengenai kesehatan dan kebersihan peserta didik, khususnya pada masa pandemi melalui upaya promotif dan preventif dengan cara memberi edukasi dalam bentuk kegiatan pelatihan guru Unit Kesehatan Sekolah (UKS) secara daring (online) dan penguatan PHBS kepada santri/siswa. “Pun juga kepada orang tua siswa dalam hal pemantauan kegiatan anak,”jelasnya.

Soal teknis pelaksanaan, pihak Unilever akan memberikan subsidi pulsa/kuota kepada siswa atau sekolah, sehingga tidak akan membebani orang tua murid maupun pihak sekolah. “Buku pedoman dan petunjuk juga kami yang menyiapkan. Diknas hanya memfasilitasi kami untuk suksesnya program ini,” tambah Sahar.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pangkep, Muslimin Yusuf memberi apresiasi kepada PT Unilver maupun Yayasan Peduli Negeri yang telah menginisiasi bentuk kerja sama ini untuk penguatan pentingnya kesehatan bagi anak didik di sekolah. “Kami memberikan dukungan penuh demi terlaksananya kegiatan ini,”ujarnya.

Dari 174 Sekolah Dasar yang dipilih pada program ini, terdapat 27 sekolah di Kecamatan Liukang Tangaya, 19 di Kecamatan Liukang Tupabiring Utara, 18 di Liukang Kalmas, 17 sekolah di Liukang Tupabiring, 18 di Kecamatan Balocci, 15 di Kecamatan Tondong Tallasa, 27 di Bungoro, dan 28 sekolah di Kecamatan Ma’rang. “Sekolah ini sengaja dipilih karena sekolah yang ada di daerah terpencil yang butuh penguatan tentang kebersihan dan kesehatan,” tambah Saharuddin. (rls)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel diatas?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *