Akhir Pekan, Camat Pangkajene Kunjungi Kampung Terpencil Jemput Aspirasi Warga

  • Whatsapp
Plt Camat Pangkajene, Wahid Perdana Putra memakai topi hitam, saat blusukan ke rumah warga di Kampung Pandang Lau

TOPNEWS1.ONLINE, PANGKEP — Pelaksana Tugas (Plt) Camat Pangkajene, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Wahid perdana putra manfaatkan waktu libur dengan mengunjungi kampung Pandang Lau, Kelurahan Tekolabbua, Kecamatan Pangkajene, Sabtu 8 Januari 2022.

Kunjungan Wahid Perdana Putra, di dampingi Lurah Anrong Appaka, Bambang Mulyadi, ketua RW Anrong Appaka, dan ketua RW Kelurahan Tekolabbua, untuk melihat langsung kondisi perkampungan di wilayah kerjanya itu.

Bacaan Lainnya

Diketahui, kampung Pandang Lau berada di wilayah Kelurahan Tekolabbua, kecamatan Pangkajene. Namun, perkampungan itu masih terbilang terisolasi lantaran masih sangat minim akses jalan. Kurang lebih 7km jarak tempuh dari kota Pangkajene menuju perkampungan itu. Akses jalan yang dapat ditempuh dengan transportasi darat hanya sampai pada kampung bulu-bulu, kelurahan Anrong Appaka. Selebihnya kurang lebih 4km untuk sampai pada ke kampung Pandang Lau ditempuh dengan transportasi perahu jalloro dengan sekira 20menit perjalanan. Jika air sungai surut warga terpaksa berjalan kaki lewat pematang empang, dengan sekira 1jam lebih menempuh perjalanan.

Wahid perdana putra mengatakan, untuk pertama kali dirinya berkunjung ke kampung Pandang Lau, setelah belum lama ini diamanahkan menjabat Plt Camat Pangkajene, melihat akses jalan dan kondisi di perkampungan itu, sangat memprihatinkan.

“Jabatan adalah amanah. Suatu ke syukuran juga dengan amanah ini, saya bisa mengunjungi warga di Perkampungan ini. Insya Allah dengan rencana bapak Bupati, kedepan akan dilakukan perintisan jalan yang menghubungkan dua wilayah kelurahan. tujuan kunjungan kami juga ingin mendengar langsung apa yang menjadi keluhan masyarakat di kampung ini,”ujar putra sapaan akrabnya.

Lanjut dikatakan, mendengar keluhan warga selain dari akses jalan yang sangat minim, juga penerangan lampu jalan. “Sangat memprihatinkan, dengan kondisi akses jalan yang sangat minim, penerangan lampu jalan di kampung ini juga sangat minim. Ini kemudian yang menjadi tugas kita kedepan, bagaimana agar pembangunan dapat dirasakan secara merata,”ungkapnya.

Dikampung Pandang Lau ini, terdapat 90 KK dengan kisaran penduduk kurang lebih 300 jiwa. Mayoritas penduduknya berprofesi sebagai nelayan, berwirausaha pembuat perahu jolloro, hingga geliat usaha produksi rumahan. (*)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel diatas?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *