Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
SIDRAP

Secangkir Kopi Satukan PWI, SPI dan Kabaddi Sulsel, Silaturahmi Lintas Organisasi Jadi Ruang Kolaborasi

×

Secangkir Kopi Satukan PWI, SPI dan Kabaddi Sulsel, Silaturahmi Lintas Organisasi Jadi Ruang Kolaborasi

Sebarkan artikel ini

TOPNEWS1.ONLINE, MAKASSAR – Perbedaan latar belakang organisasi bukan penghalang untuk membangun kebersamaan. Hal itu terlihat dalam pertemuan sejumlah tokoh organisasi pers, olahraga, dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) di Warkop Tong Hoa Heng, kawasan CPI Makassar, Rabu (4/11/2026).

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana santai dan penuh keakraban tersebut mempertemukan Ketua PWI Sulawesi Selatan H. Suwardi Thahir, Ketua Serikat Pers Indonesia (SPI) Sulsel Andi Faisal Syam, serta Ketua Kabaddi Sulsel Syamsu Alam.

Pasang Iklan Anda Disini
Pasang Iklan Anda Disini

Hadir pula perwakilan LPPN-RI Hamsing Ismail, Ketua LSM Lidik Pro Ir. Nasir Rahim alias Bang Ucok, serta perwakilan media Celebesplusonline.com.

Meski dikemas sederhana dengan secangkir kopi, pertemuan tersebut menjadi ruang dialog untuk bertukar pengalaman, menyampaikan gagasan, sekaligus memperkuat komunikasi lintas organisasi.

Ketua PWI Sulsel, H. Suwardi Thahir, berbagi pandangan mengenai dinamika dunia jurnalistik dan tantangan organisasi pers di tengah perkembangan zaman.

Ia menekankan pentingnya menjaga profesionalisme, meningkatkan kompetensi wartawan, serta mempertahankan marwah pers sebagai salah satu pilar demokrasi.

Sementara itu, Ketua SPI Sulsel, Andi Faisal Syam, menyoroti pentingnya solidaritas dan komunikasi antarelemen pers. Menurutnya, kebersamaan menjadi salah satu kekuatan dalam menghadapi berbagai tantangan organisasi.

Di bidang olahraga, Ketua Kabaddi Sulsel, Syamsu Alam, turut berbagi pengalaman mengenai pembinaan atlet, pengembangan organisasi, dan upaya membangun semangat kebersamaan untuk melahirkan prestasi.

Diskusi tersebut juga menjadi kesempatan bagi perwakilan LSM dan media untuk saling bertukar pandangan mengenai peran masing-masing organisasi dalam kehidupan sosial kemasyarakatan.

Suasana hangat yang terbangun memperlihatkan bahwa perbedaan profesi, kepentingan, maupun wadah organisasi tidak harus menjadi sekat dalam menjalin persaudaraan.

Pertemuan ini diharapkan menjadi awal komunikasi yang lebih intensif dan membuka peluang kolaborasi positif antarlembaga di masa mendatang.

Sebab, kekuatan organisasi tidak hanya diukur dari program dan struktur kepengurusan, tetapi juga dari kemampuan membangun hubungan, menjaga solidaritas, serta menghadirkan manfaat bagi masyarakat.

Dari sebuah meja kopi di Makassar, pesan sederhana mengemuka: berbeda organisasi bukan berarti berbeda tujuan dalam merawat kebersamaan dan membangun kemitraan yang positif. (Ibe)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel diatas?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by ExactMetrics