TOPNEWS1.ONLINE, POLEWALI MANDAR — Pembangunan Jembatan Perintis Garuda di Desa Pussui, Kecamatan Luyo, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), telah rampung. Namun, Kodim 1402 Polman memastikan pembangunan tidak berhenti sampai di jembatan.
Untuk memaksimalkan manfaat jembatan tersebut, Kodim 1402 Polman melanjutkan dengan karya bakti perintisan jalan sepanjang 2 kilometer yang menghubungkan jembatan dengan permukiman warga.
Jalan yang dirintis menghubungkan Dusun Kakkangan, Desa Tenggelang, menuju Dusun Maramba, Desa Pussui. Sebelumnya, kondisi jalan yang kurang layak menjadi salah satu kendala masyarakat dalam mengakses jembatan.
Dandim 1402 Polman, Letkol Inf Ikhwan Arifin, mengatakan pembangunan jembatan harus didukung akses jalan yang memadai agar manfaatnya benar-benar dapat dirasakan masyarakat.
“Jembatan sudah kita bangun, tetapi kalau akses jalannya masih kurang baik, tentu manfaat jembatan belum maksimal. Karena itu kita lanjutkan dengan karya bakti perintisan jalan,” katanya.
Menurutnya, keberadaan akses jalan yang lebih layak bukan hanya mempermudah mobilitas warga, tetapi juga membuka peluang bagi masyarakat dalam meningkatkan aktivitas ekonomi serta mendapatkan pelayanan dasar.
“Kita ingin masyarakat lebih mudah membawa hasil pertanian, mendapatkan akses pelayanan kesehatan dan anak-anak juga lebih mudah menuju sekolah,” jelasnya.
Dalam kegiatan tersebut, personel Kodim 1402 Polman bersama masyarakat bahu-membahu membuka dan memperbaiki badan jalan. Sejumlah alat berat turut dikerahkan untuk mempercepat pekerjaan, mengingat medan yang dihadapi cukup berat.
Karya bakti ini menjadi bagian dari komitmen TNI untuk hadir langsung di tengah masyarakat, khususnya dalam membantu membuka akses wilayah yang selama ini masih menghadapi keterbatasan infrastruktur.
“TNI hadir untuk masyarakat yang membutuhkan. Apa yang bisa kita bantu, tentu akan kita upayakan bersama,” tegasnya.
Dengan dibukanya akses jalan tersebut, Jembatan Perintis Garuda diharapkan tidak sekadar menjadi penghubung antarkawasan. Infrastruktur ini diharapkan menjadi pintu baru bagi pergerakan ekonomi, pendidikan, kesehatan, serta mobilitas warga di wilayah tersebut.
Kehadiran jalan yang lebih layak juga diharapkan mampu memperlancar distribusi hasil pertanian masyarakat sekaligus memperpendek hambatan akses menuju pusat-pusat pelayanan dan aktivitas ekonomi. (ibe)
















