TOPNEWS1.ONLINE, SIDRAP — Kendaraan water cannon selama ini identik dengan tugas kepolisian dalam mengendalikan aksi demonstrasi. Namun, di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), kendaraan taktis tersebut justru memiliki peran berbeda membantu petani menghadapi ancaman kekeringan.
Terobosan Polres Sidrap mengerahkan kendaraan water cannon untuk mengaliri dan menyiram sawah warga di tengah musim kemarau mendapat apresiasi dari Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Hj. Fatmawati Rusdi.
Apresiasi itu disampaikan Fatmawati saat menghadiri panen raya padi di Desa Takkalasi, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidrap, Selasa (18/8/2026) siang. Dalam kegiatan tersebut, turut hadir Kapolres Sidrap AKBP Indra Waspada Yuda.
Fatmawati menyampaikan penghargaan atas inisiatif Polres Sidrap yang memanfaatkan kendaraan taktis untuk membantu petani memperoleh pasokan air, khususnya di tengah kondisi musim kemarau.
“Terima kasih Pak Kapolres atas terobosan dan inisiasi mengaliri serta menyiram sawah warga menggunakan kendaraan water cannon di tengah musim kemarau tahun ini,” ujar Fatmawati.
Menurutnya, langkah tersebut menunjukkan bahwa kolaborasi lintas sektor dapat menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat, khususnya petani yang menghadapi persoalan kekeringan.
Fatmawati juga memuji keberhasilan Kabupaten Sidrap mempertahankan produktivitas pertanian meski berada dalam tekanan musim kemarau.
Menurutnya, capaian tersebut tidak lepas dari sinergi pemerintah daerah, TNI-Polri, petani, PLN serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
“Sidrap luar biasa. Di tengah musim kemarau masih bisa panen. Ini bukti nyata seluruh pihak dan stakeholder bekerja bersama sehingga persoalan kekeringan, khususnya di sektor pertanian, bisa diatasi,” katanya.
Ia menilai berbagai inovasi dan kerja sama tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan produksi pangan sekaligus mendukung upaya pemerintah mencapai swasembada pangan nasional.
Selain menghadiri panen raya, kunjungan Wakil Gubernur Sulsel ke Sidrap juga dirangkaikan dengan penyerahan bantuan 50 unit pompa air.
Bantuan tersebut diharapkan semakin memperkuat kemampuan petani dalam mendapatkan pasokan air untuk mengairi sawah selama musim kemarau.
Pemanfaatan water cannon oleh Polres Sidrap pun menjadi gambaran bahwa kendaraan taktis kepolisian tidak hanya dapat digunakan dalam situasi pengamanan, tetapi juga bisa dimanfaatkan untuk membantu masyarakat ketika menghadapi kondisi darurat seperti kekeringan.
Langkah tersebut sekaligus memperlihatkan kuatnya sinergi antara kepolisian dan sektor pertanian dalam menjaga lahan tetap produktif serta memastikan roda pertanian di Sidrap terus berjalan meski musim kemarau melanda. (Ibe)
















