TOPNEWS1.ONLINE, SIDRAP — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) terus mematangkan persiapan menjelang Pelantikan dan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) KONI Sidrap Tahun 2026 yang dijadwalkan berlangsung Senin, 10 Agustus 2026, di Aula Saromase Kompleks SKPD Kabupaten Sidrap.
Mengusung tema “KONI Sidrap Bangkit Berprestasi”, momentum pelantikan dan Rakerda diharapkan tidak berhenti sebagai agenda seremonial maupun administratif. Lebih dari itu, kegiatan tersebut diharapkan menjadi titik awal pembenahan organisasi sekaligus kebangkitan baru olahraga prestasi di Bumi Nene Mallomo.
Menjelang pelaksanaan kegiatan, konsolidasi internal terus dilakukan dengan memantapkan kinerja kepanitiaan, baik Organizing Committee (OC) maupun Steering Committee (SC). Konsolidasi tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan seluruh rangkaian agenda pelantikan dan Rakerda berjalan tertib, efektif, serta mampu menghasilkan keputusan yang benar-benar bermanfaat bagi kemajuan olahraga Sidrap.
Di sisi lain, koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk kolega dan insan olahraga, terus diperkuat. Sinergi tersebut dinilai penting untuk membangun kebersamaan dalam menggerakkan pembinaan olahraga prestasi secara lebih terarah dan berkelanjutan.
Tema “KONI Sidrap Bangkit Berprestasi” diharapkan menjadi semangat bersama untuk melakukan pembenahan organisasi dan membangun sistem pembinaan olahraga yang lebih terencana, terukur, konsisten, serta berorientasi pada prestasi.
KONI Sidrap dituntut kembali membangun kepercayaan publik, pemerintah daerah, dan terutama seluruh insan olahraga terhadap organisasi. Kepercayaan tersebut menjadi modal penting untuk menciptakan hubungan yang harmonis antara KONI dengan seluruh cabang olahraga yang menjadi anggotanya.
Konsolidasi organisasi juga harus mampu menjawab dinamika yang berkembang di masing-masing cabang olahraga. KONI Sidrap perlu membangun ekosistem olahraga yang sehat, profesional, terbuka, dan berkesinambungan.
Karena itu, komunikasi yang terbuka, koordinasi yang intensif, serta pembagian tugas dan kewenangan yang jelas menjadi fondasi penting dalam membangun organisasi yang solid.
Dalam konteks tersebut, Rakerda KONI Sidrap 2026 diharapkan tidak hanya menjadi forum untuk menyusun agenda kerja. Rakerda harus menjadi ruang strategis untuk mengevaluasi perjalanan organisasi, mengidentifikasi berbagai persoalan, merumuskan solusi, sekaligus menyusun program kerja yang benar-benar menjawab kebutuhan pembinaan olahraga di Sidrap.
Setiap cabang olahraga harus mendapatkan ruang untuk menyampaikan kondisi objektif yang dihadapi. Mulai dari pembinaan atlet dan pelatih, ketersediaan sarana dan prasarana, agenda kompetisi, hingga kebutuhan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Hal tersebut menjadi semakin penting mengingat Sidrap harus segera mempersiapkan diri menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVIII Sulawesi Selatan yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026 di Kabupaten Wajo dan Bone.
Rakerda diharapkan mampu merumuskan konsep, strategi, sekaligus target kontingen Sidrap pada ajang Porprov mendatang. Target tersebut harus dibangun berdasarkan pemetaan kekuatan cabang olahraga, potensi atlet, kesiapan pelatih, serta dukungan sarana dan program pembinaan.
Harapannya, Rakerda 2026 mampu menghasilkan program-program yang realistis, prioritas, terukur, dan memiliki keberlanjutan. Tidak sekadar program di atas kertas, tetapi mampu diterjemahkan menjadi gerakan nyata di lapangan.
Pelantikan dan Rakerda KONI Sidrap 2026 dengan demikian menjadi lebih dari sekadar awal sebuah periode kepengurusan. Momentum ini harus menjadi titik awal kebangkitan baru olahraga Sidrap.
Kebangkitan itu ditandai dengan organisasi yang semakin solid, cabang olahraga yang semakin kuat, pembinaan atlet yang semakin terarah, serta prestasi yang terus meningkat.
Dengan spirit Saromase Sidenreng Rappang, KONI Sidrap diharapkan mampu membangun kembali semangat kebersamaan seluruh insan olahraga untuk bergerak maju, unggul dan berprestasi.
Sebab, prestasi olahraga tidak lahir secara instan. Prestasi lahir dari organisasi yang kuat, pembinaan yang konsisten, kerja keras atlet dan pelatih, serta dukungan semua pihak. (ibe)

















