Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
MAKASSAR

Siswa SMAN 6 Makassar Antusias Ikuti Pelatihan dan Praktik Pembuatan Kompos Bersama Mahasiswa KKNT 116 Unhas

×

Siswa SMAN 6 Makassar Antusias Ikuti Pelatihan dan Praktik Pembuatan Kompos Bersama Mahasiswa KKNT 116 Unhas

Sebarkan artikel ini

TOPNEWS1.ONLINE.MAKASSAR.– Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) Laksanakan program Pelatihan dan Praktik Pembuatan Kompos di SMA Negeri 6 Makassar Rabu 29 Juli 2026.

Kegiatan pelestarian lingkungan ini di Laksanakan di Aula SMAN 6 Makassar, Kelurahan Bira, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar,

Pasang Iklan Anda Disini
Pasang Iklan Anda Disini

Program pelatihan ini merupakan inisiatif Arlan mahasiswa KKNT 116 Unhas dalam mendukung kelestarian lingkungan dengan mengedukasi generasi muda mengenai pengelolaan limbah.

Kegiatan yang bertujuan untuk mengubah kebiasaan membuang atau membakar sampah organik menjadi langkah daur ulang yang bernilai guna, yakni menghasilkan pupuk kompos yang dapat menyuburkan tanah.

“Melalui pelatihan praktis ini, kami berharap para siswa tidak hanya mengerti secara teori, tetapi juga mampu mempraktikkan langsung cara pembuatan kompos.

Dengan memanfaatkan dedaunan kering yang ada di sekolah dan sisa organik lainnya, kita kembalikan nutrisi berharga ke alam demi bumi yang lebih hijau,” ucap Arlan,

Arlan Mahasiswa KKNT 116 Unhas yang memimpin langsung sesi praktik pembuatan kompos.

Kegiatan ini diikuti secara aktif dan antusias oleh para siswa bersama guru pembimbing. Para peserta tidak sekadar mendengarkan materi, tetapi juga terjun langsung mempraktikkan pembuatan kompos menggunakan metode karung berlubang.

Proses praktik ini dilakukan secara bertahap. Pertama, peserta mencacah sampah daun kering dan sisa sayuran agar ukurannya menjadi lebih kecil. Selanjutnya, mereka meracik cairan pemicu kompos (bioaktivator) menggunakan campuran larutan EM4, molase, dan air. Setelah itu, bahan organik yang sudah dicacah disusun secara berlapis ke dalam karung dan disemprot secara merata dengan cairan bioaktivator tersebut.

Metode penyusunan berlapis ini sangat penting untuk menjaga sirkulasi oksigen agar proses penguraian kompos berjalan maksimal.

“Dengan adanya program ini, kami berharap tidak ada lagi sampah organik yang berserakan di lingkungan sekolah karena semuanya dapat diolah menjadi kompos yang berguna. Ke depannya, jika kompos yang dihasilkan cukup banyak,

kami ingin mengembangkan kegiatan ini menjadi program kewirausahaan siswa, sehingga hasil komposnya nanti dapat dijual kepada masyarakat umum,” ungkap Andriany, salah satu guru pendamping SMA 6 Makassar.

Melalui program daur ulang mandiri yang diinisiasi Arlan mahasiswa KKNT 116 Unhas ini, diharapkan kesadaran kolektif untuk merawat lingkungan dapat terus terjaga.

Keterampilan pembuatan kompos ini diharapkan mampu menjadi kebiasaan baru yang membawa dampak positif berkelanjutan bagi kebersihan sekolah, serta dapat diterapkan secara mandiri oleh para siswa di lingkungan rumah masing-masing. (Arlan/Dso).

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel diatas?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by ExactMetrics