TOPNEWS1.ONLINE, MAKASSAR – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Sidenreng Rappang kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat Provinsi Sulawesi Selatan.
Dalam kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Capaian Kinerja serta Monitoring dan Evaluasi Anggaran Semester I Tahun 2026, Rutan Sidrap berhasil meraih Penghargaan Terbaik I pada kategori Indikator Penilaian Pengelolaan Barang Milik Negara (BMN) dan Umum dengan nilai 75,78 persen.
Penghargaan tersebut diumumkan dalam kegiatan yang diselenggarakan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Selatan di Hotel Arthama Makassar, pada 23–24 Juli 2026. Kegiatan diikuti seluruh Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan se-Sulawesi Selatan.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Selatan, Mulyadi.
Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa monitoring dan evaluasi merupakan instrumen penting untuk mengukur capaian kinerja, meningkatkan akuntabilitas, serta memperkuat tata kelola organisasi yang efektif, profesional, dan berorientasi pada hasil.
Setelah pembukaan, seluruh kepala UPT memaparkan capaian kinerja Semester I Tahun 2026. Berbagai program unggulan, inovasi pelayanan, hingga realisasi anggaran dipresentasikan sebagai bentuk pertanggungjawaban sekaligus bahan evaluasi guna meningkatkan kualitas penyelenggaraan tugas pemasyarakatan.
Di tengah proses evaluasi tersebut, Rutan Kelas IIB Sidenreng Rappang berhasil mencuri perhatian dengan meraih predikat terbaik pada pengelolaan BMN dan administrasi umum.
Capaian ini menjadi bukti komitmen Rutan Sidrap dalam membangun tata kelola yang tertib, transparan, dan akuntabel.
Kepala Rutan Kelas IIB Sidenreng Rappang, Perimansyah, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada seluruh jajaran yang telah bekerja dengan penuh dedikasi sehingga mampu mengukir prestasi di tingkat provinsi.
Menurutnya, penghargaan tersebut merupakan hasil kerja sama seluruh pegawai dalam menjaga kualitas pengelolaan administrasi dan aset negara, sekaligus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat.
“Prestasi ini bukan menjadi tujuan akhir, tetapi menjadi penyemangat bagi kami untuk terus berinovasi, memperkuat sinergi, serta memberikan pelayanan pemasyarakatan yang semakin berkualitas,” ujar Perimansyah.
Melalui pelaksanaan monitoring dan evaluasi ini, seluruh UPT Pemasyarakatan di Sulawesi Selatan diharapkan semakin termotivasi meningkatkan efektivitas pelaksanaan program, pengelolaan anggaran yang akuntabel, serta membangun budaya kerja yang profesional dalam mewujudkan Pemasyarakatan yang semakin pasti, berdampak, dan berintegritas. (Ibe)

















