TOPNEWS1.ONLINE, SIDRAP – Komitmen mendukung Program Ketahanan Pangan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) terus diwujudkan jajaran pemasyarakatan di Sulawesi Selatan.
Salah satunya melalui penyebaran benih ikan nila di Kolam Sarana Edukasi Asimilasi Rutan Kelas IIB Sidenreng Rappang yang dipimpin langsung Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Selatan, Mulyadi, bersama Kepala Rutan Kelas IIB Sidenreng Rappang, Perimansyah, Selasa (21/7).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari implementasi program pembinaan kemandirian warga binaan yang mengedepankan pemanfaatan lahan dan sarana produktif untuk mendukung ketahanan pangan nasional.
Budidaya ikan nila diharapkan tidak hanya menghasilkan produk pangan, tetapi juga menjadi media pembelajaran yang memberikan keterampilan praktis bagi warga binaan.
Dalam kesempatan itu, Mulyadi menegaskan bahwa program ketahanan pangan memiliki manfaat yang lebih luas daripada sekadar meningkatkan hasil produksi.
Menurutnya, kegiatan budidaya perikanan menjadi sarana pembinaan yang mampu membentuk karakter, etos kerja, dan kemandirian warga binaan sebagai bekal saat kembali ke tengah masyarakat.
“Optimalisasi sarana edukasi asimilasi seperti kolam budidaya ikan merupakan wujud nyata komitmen pemasyarakatan dalam mendukung Program Ketahanan Pangan Kemenimipas. Selain menghasilkan nilai ekonomi, kegiatan ini juga membentuk karakter, etos kerja, dan kemandirian warga binaan,” ujar Mulyadi.
Sementara itu, Kepala Rutan Kelas IIB Sidenreng Rappang, Perimansyah, menegaskan pihaknya akan terus mengembangkan berbagai program pembinaan yang produktif dan berkelanjutan.
Pengelolaan kolam budidaya ikan menjadi salah satu langkah strategis untuk mengoptimalkan sarana pembinaan sekaligus mendukung kebijakan pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan.
Melalui penyebaran benih ikan nila tersebut, Rutan Kelas IIB Sidenreng Rappang mempertegas komitmennya dalam menyukseskan Program Ketahanan Pangan Kemenimipas melalui pemberdayaan warga binaan yang produktif, inovatif, dan berkelanjutan.
Program ini diharapkan mampu memberikan manfaat nyata, tidak hanya bagi lingkungan rutan melalui peningkatan produksi pangan, tetapi juga bagi warga binaan yang memperoleh keterampilan budidaya perikanan sebagai bekal untuk membangun kehidupan yang lebih mandiri dan produktif setelah menyelesaikan masa pembinaan. (ibe)

















