TOPNEWS1.ONLINE, SIDRAP – Komisi Disiplin (Komdis) Sidrap Cup 2026 mengambil langkah tegas menyusul polemik yang terjadi dalam pertandingan panas antara Bhayangkara FC dan Bendoro FC pada babak penyisihan yang berlangsung 15 Juni 2026 lalu.
Dalam sidang yang digelar di Stadion Ganggawa, Rabu (17/6/2026), Komdis memutuskan memberikan sanksi kepada wasit Rudi asal Kabupaten Pinrang yang memimpin pertandingan tersebut. Wasit tersebut tidak lagi ditugaskan hingga berakhirnya Turnamen Sidrap Cup 2026.
Keputusan itu diambil setelah Komdis melakukan evaluasi menyeluruh terhadap jalannya pertandingan yang memicu perdebatan di lapangan dan menjadi perhatian para pecinta sepak bola Sidrap.
Ketua Komdis Sidrap Cup 2026, Syafril Usman, mengatakan sanksi tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga kualitas dan kredibilitas turnamen.
“Wasit sudah kami evaluasi. Panitia telah menunjuk wasit terbaik untuk memimpin pertandingan-pertandingan berikutnya sampai final,” ujarnya.
Selain menjatuhkan sanksi kepada wasit, Komdis juga mengeluarkan keputusan terkait gol kontroversial yang dicetak pemain Bhayangkara FC, Maldini Pali.
Setelah menelaah berbagai fakta dan laporan pertandingan, Komdis memutuskan gol tersebut dianulir karena didahului pelanggaran terhadap penjaga gawang Bendoro FC.
“Gol Bhayangkara FC kami anulir karena terdapat pelanggaran terhadap penjaga gawang sebelum gol terjadi,” jelas Syafril.
Meski gol tersebut dibatalkan, Bhayangkara FC tetap dinyatakan berhak melaju ke babak 16 besar. Komdis menilai keputusan itu sesuai regulasi karena Bendoro FC memilih tidak melanjutkan pertandingan hingga selesai setelah insiden terjadi.
Menurut Syafril, hasil akhir bisa saja berbeda apabila Bendoro FC tetap bermain hingga pertandingan berakhir.
“Namun karena Bendoro FC menolak melanjutkan pertandingan, maka Bhayangkara FC tetap dinyatakan lolos ke babak 16 besar,” tegasnya.
Sebagai langkah perbaikan, panitia kini telah menunjuk perangkat pertandingan yang dinilai memiliki kualitas dan pengalaman untuk memimpin laga-laga penting mulai babak 16 besar, perempat final, semifinal hingga partai final.
Keputusan Komdis tersebut sekaligus mengakhiri polemik yang sempat menyita perhatian publik dan memunculkan berbagai perdebatan di kalangan suporter maupun peserta turnamen.
Panitia berharap seluruh tim, ofisial, dan perangkat pertandingan dapat menjunjung tinggi nilai sportivitas sehingga Sidrap Cup 2026 tetap menjadi ajang sepak bola yang berkualitas, kompetitif, dan bermartabat.
Dengan berakhirnya kasus tersebut, fokus turnamen kini beralih ke persaingan babak 16 besar yang diprediksi berlangsung semakin sengit dalam perebutan tiket menuju tangga juara Sidrap Cup 2026. (ibe)
















